LENSAINDONESIA.COM: Upaya mewujudkan ketahanan melalui program Lumbung Pangan Jawa Timur sudah terbukti. Karena itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Anik Maslachah berharap program ini diprioritaskan.

Dengan begitu, sistem ketahanan pangan di Jawa Timur bisa berlangsung secara berkelanjutan.

Politisi wanita asal PKB ini menjelaskan, Lumbung Pangan Jatim memiliki amanah yang harus dilaksanakan. Antara lain, penyerapan produk petani. Termasuk produk sisa pengiriman ke industris. Dengan begitu, petani memiliki kepastian pasar. “Harga produk mereka tetap stabil,” kata Anik, Minggu (22/11/2020).

Lumbung Pangan Jawa Timur yang beroperasi sejak April 2020 itu sudah terbukti. Program ini diklaim mampu mengendalikan harga bahan pokok di pasar. Indikatornya, lumbung pangan memberi kepastian stok bahan pokok selalu ada. Dengan begitu, masyarakat tidak panik.

Ia melanjutkan program yang berhasil menyabet juara invoasi daerah di masa pandemi COVID-19 itu berlangsung hingga pertengahan Juli, kemudian Pemprov memperpanjang hingga akhir Desember. Selama beroperasi, harga bahan pokok di Jatim tetap stabil. Kenaikan harga juga tidak terjadi pada Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha.

Di sisi lain, para tengkulak tidak berani melakukan aksi ambil untung. Dulu, mereka bisa memainkan harga dengan memborong produk tani lalu menimbunnya. Produk tersebut mulai didistribusikan saat barang mulai langka. “Mereka ambil untung besar dari harga petani,” imbuh Anik.

Lumbung Pangan bisa mewujudkan peran pemerintah untuk masyarakat. Pemerintah hadir untuk masyarakat. Langkah tersebut sesuai dengan target pembangunan pemerintah dalam bidang ketahanan pangan.

Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi menambahkan, sektor ketahanan pangan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Ketahanan pangan menjadikan daerah mandiri. Dengan begitu inflasi dan deflasi daerah tetap stabil. “Pertumbuhan ekonomi bisa berjalan mulus,” ucap Aliyadi.

Sementara, Pengelola Lumbung Pangan Jawa Timur Mirza Muttaqien mengatakan arahan untuk menyerap produk petani sudah diterapkan. Dia sepakat bahwa rantai disitribusi produk pertanian harus dipangkas. Dengan begitu selisih harga pasar tidak terlalu jauh. “Konsumen juga bisa mendapat produk dengan harga terjangkau,” tukas Mirza.@sarifa

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun