LENSAINDONESIA.COM: Indonesia Esports Asociation (IESPA) Jawa Timur kerja bareng Smartfren cari atlet esport di Surabaya di gelaran akan Mobile Legends di Surabaya atau “Arek Suroboyo Cup”.

Ajang pencarian talenta gim ini melibatkan 154 karang taruna yang ada di 154 kelurahan di Surabaya. Dalam kompetisi ini satu kelurahan terdiri 32 tim.

Teknis kompetisi ini berlangsung online tingkat kelurahan, semi final online di tingkat kecamatan, serta grand final offline dengan protokol kesehatan dengan grand prize Rp 20 juta yang disponsori Smartfren.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyampaikan terima kasih kepada Smartfren dan IESPA Jawa Timur telah menggelar “Arek Suroboyo Cup” yang sejalan dengan visi pemerintah dalam mengembangkan industri kreatif.

“Semoga dengan gelaran ini yang menjangkau tingkat kelurahan, kita bisa sama-sama membuka peluang bagi lahirnya talenta-talenta baru yang dapat mengharumkan nama Indonesia di dunia esports,” ujar Risma keoada awak media, Sabtu (21/11/2020).

Sementara itu, Regional Head Smartfren Nort East Java, Rony Putu Wijaya menyampaikan, di gelaran ini Smartfren mensupport jaringan untuk kompetisi IESPA. Setidaknya dengan mengeksplorasi jaringan Smartfren di kompetisi diharapkan akan menumbuhkan pelanggan loyal.

“Di even ini kami mensupport kebutuhan akses data saat peserta berkompetisi. Setiap peserta akan dapat jatah kuota 3 GB dalam satu tim yang terdiri dari 3 unit starterpack. Ajang ini merupakan uji coba kualitas data bagi atlet esport Surabaya. Setidaknya dari pengalaman menghjnakan data Smartfren diharapkan menjadi referensi berharga bagi masyarakat Surabaya,” terang Rony.

Di lain sisi, Prakoso Setio Putro, Ketua Harian IESPA Jawa Timur menyampaikan, kompetisi ini bermaksud untik mencari bibit unggul atlet esport mulai level kelurahan hingga menuju level lebih tinggi.

“Mencari talenta unggul esport dari karang taruna lebih mudah. Sebab jika atlet tersebut berpotensi maka kualitasbya tak diragukan. Bahkan, atlet esport dari Surabaya juga ada atlet Sea Games dan Asian Games yang diantaranya mereka mendapat medali perak,” imbuh Prakoso.

Menurut Prakoso, ajang kompetisi ini secara tak langsung mengedukasi kepada para orang tua bahwa esport ini tak sekedar permainan, bahkan kini masuk cabang olah raga.

“Di esport ini kan ada waktu jedah atau istirahat demi kesehatan atlet. Bahkan, esport bukan berarti aktifitas yang tanpa manfaat, seperti diketahui esport sudah menjadi salah satu cabang olah raga (cabor) yang sudah dilegalisasi oleh pemerintah untuk mendorong munculnya atlet batu esport yang berbakat,” papar Prakoso.

Untuk ajang kometisi ini, pendaftaran yang sebelumnya dimulai 15-21 November 2020, kini diperpanjang hingga 30 November 2020 via online, dan pertandingan bakal mulai di gelar 1 Desember.@Eld-Licom