LENSAINDONESIA.COM: Majelis hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo memutuskan bahwa perkara dugaan pelanggaran hak paten Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) gugur demi hukum.

Perkara dinyatakan gugur karena Ryanto Angka Raharja selaku terdakwa meninggal dunia.

Otomatis sidang yang dipimpin oleh hakim Achmad Peten Sili pada Senin (09/11/2020) lalu tersebut digelar tanpa terdakwa.

“Terdakwa meninggal dunia. Kami membawa bukti (surat yang menyatakan) terdakwa telah meninggal,” kata salah satu anggota tim pengacara Ryantori yang juga diamini Jaksa Budi Cahyono Nur, pada sidang yang dipimpin hakim Achmad.

Beberapa saat kemudian, kedua belah pihak menunjukkan bukti meningganya Ryantori kepada majelis hakim.

Mengetahui terdakwa sudah wafat, hakim memutuskan perkara ini gugur. “Karena terdakwanya meninggal, majelis menyatakan perkara ini gugur dan selesai. Kami akan membuat penetapan perkara gugur dan dikirim (ke alamat) para pihak yang berperkara,” tegas Ketua Majelis Hakim.

Lalu pertanyaannya, bagaimana nasib Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal (JRBPV) yang patennya dimiliki almarhum Ryantori?

Ketua Komisi Banding Paten dan Merek dan mantan Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Kemenkumham RI, menegaskan siapapun nanti yang memakai JRBPV untuk pembangunan proyek, maka harus seizin PT Katama Suryabumi selaku Pemegang paten PKSLL.

“Karena kalau tidak izin, itu namanya pelanggaran paten dan sanskinya dikenakan UU Paten No.13 Tahun 2016 Pasal 160 dan 161 Pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda paling banyak satu milyar rupiah,” kata Lubis kepada wartawan, Kamis (12/11/2020).

Hal senada ditegaskan Direktur PT Katama Suryabumi, Lukman Suhardi. “Sudah jelas, menurut aturan, menurut undang-undang, pemegang paten itu sebagai pemilik Perbaikan Konstruksi Sarang Laba-Laba PT Katama Suryabumi, berdasarkan sertifikat paten dengan nomor paten: ID 0018808,” kata Lukman.

Ia menambahkan, sertifikat paten itu diterbitkan di Jakarta, 22 Oktober 2007 oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) yang ditandatangani oleh Direktur Paten, Azmi Dahlan.

“Dalam sertifikat itu disebutkan, pemegang paten, PT Katama Suryabumi, dengan judul invensi Perbaikan Konstruksi Sarang Laba-Laba,” jelas Lukman lagi.

Sementara terkait meninggalnya Ryantori pada Jumat (6/11/2020) sekitar pukul  09.30 WIB di usia 70 tahun, Lukman mewakili jajaran PT Katama mengucapkan belasungkawa yang mendalam.

“Direksi dan Staf PT Katama Suryabumi mengucapkan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya  Pak Ryantori. Karena bagaimanapun, beliau pernah menjadi bagian dari kami,”ucap Lukman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ryantori (sebelum meninggal) menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pelanggaran klaim paten.  Pasalnya, pondasi JRBPV yang dilaksanakan sama persis bentuk dan strukturnya dengan PKSLL Pemegang Patennya PT Katama Suryabumi yang telah terlebih dahulu mendapatkan hak paten.

Pondasi JRBPV yang digunakan beberapa proyek dan sudah di somasi oleh PT. Katama yaitu di antaranya adalah RSUD Sidoarjo dan RSUD Sumenep, Polda Riau, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang, Sekertariat Daerah Kabupaten Solok dan Universitas Negeri Padang.@LI-13