LENSAINDONESIA.COM: Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Muhammad Fawait menggelar reses di Dapil Jawa Timur V (Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember). Reses III Tahun 2020 dilaksanakan pada 8-15 November 2020.

Ada yang unik, Fawait yang menjabat Ketua Komisi C DPRD Jatim ini dalam setiap resesnya selalu ‘diserbu’ oleh ribuan orang. Seperti yang digelar di Desa Ngampel Rejo (Krajan I), Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember sebanyak 1.040 emak-emak yang didominasi Muslimat NU mengikuti reses Gus Fawait (sapaan akrab Muhammad Fawait), Rabu (11/11/2020).

“Memang undangan reses hanya sekitar 125 orang, tapi setiap reses saya yang datang selalu lebih dari 1.000 orang. Alhamdulilllah saya bisa menyampaikan program-program Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, plus saya suka ngajak para emak-emak ini bersholawat bareng,” ujar Presiden Laskar Sholawat Nusantara ini.

Di setiap desa yang menjadi tempat resesnya juga diberikan sejumlah bantuan. Khusus di Desa Ngampel Rejo (Krajan I) pembangunan infrastruktur yang diberikan Fawait mencapai 30 titik.

“Ada beberapa bantuan, untuk perbaikan jalan, untuk kelompok pengajian. Dan
yang tak kalah penting, saya juga ingin memberikan pesan kontestasi Pilkada di Jember pada 9 Desember nanti supaya masyarakat tetap rukun, tenang, jangan sampai ada kegaduhan apapun. Pastinya juga tetap harus jaga protokol kesehatan COVID-19,” pesan politisi Partai Gerindra itu.

Lainnya, ia juga mendorong pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten untuk terus memberikan kemudan program di bidang perekonomian kepada para perempuan.

“Peran kaum perempuan, emak-emak ini perlu terus kita dorong agar produktif, karena peran mereka ini bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi,” papar Fawait.

Terkait aspirasi dari masyarakat di Dapilnya, pihaknya mengaku bahwa masyarakat Jember ingin perbaikan infrastruktur yang cepat dan merata. Hal ini bisa diwujudkan lewat pemilihan kepala daerah di Pilkada Jember 2020.

“Mari kita bangun Kabupaten Jember tercinta ini bersama dengan lebih baik lagi. Pilih kepala daerah yang baik, kalau kemarin-kemarin pembangunan infrastruktur tidak jalan, jalan-jalan banyak yang rusak bolong, jadi jangan dipilih lagi,” pungkas Pengasuh Ponpes Nurul Chotib (Al Qodiri IV) Jember itu.@sarifa