LENSAINDONESIA.COM: Setelah biopori, drumpori, dan lebih besar lagi kolam retensi Pemerintah Kota Bandung terus berupaya mencari solusi pencegahan banjir dan genangan air yang kerap muncul selepas hujan di sejumlah titik.

Dalam upaya tersebut kini Pemkot Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung melakukan uji metode baru yaitu membuat sumur imbuhan sebagai pernamung resapan air.

Kini, contoh sumur ibuhan diujicobakan terletak di kawasan Rusunawa Cingised. Sumur imbuhan ini diyakini mampu menampung air genangan sampai 6 liter per detik.

Sekarang ada teknologi sumur imbuhan yang kami saya harapkan bisa menampung air genangan ,” kata Wali Kota Bandung Oded M. Danial belum lama ini. Dia berharap titik-titik genangan air di Kota Bandung bisa lebih cepat surut dan masuk ke dalam tanah.

Rencananya pembuatan sumur imbuhan ini akan dikerjakan sebanyak dengan lokasi prioritas di kawasan Gedebage yang kerap banjir saat musinm penghujan.

Sementara menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Didi Ruswandi, mengatasi banjir dan genangan dengan meresapkan air saat ini menjadi opsi baru.

“Namun, selain itu juga sebelumnya kami sudah melakukan penanaman ribuan pohon di wilayah hulu Kota Kandung,” ujarnya.

Menurutnya, Dinas PU berkolaborasi dengan Satgas Citarum Harum, BBWS, Dinas Perkebunan Kota Bandung , Dinas Kehutananan Jawa Barat dan sejumlah elemen masyarakat saat ini tidak menghitung berapa jumlah pohon yang harus ditanam dan akan ditanam.

“Masalah banjir sudah seharusnya menjadi tanggung jawab kita semua sehingga kami akan terus melakukan berbagai upaya untuk mencari solusi dalam pencegahan banjir di Kota Bandung. Saya mengajak kepada semua masyarakat untuk terus melakukan penanaman disertai pemeliharaan agar pohon yang kita tanam tidak mati dan terus terpelihara,” ujar Didi.@Caca