LENSAINDONESIA.COM: Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jatim bersama Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, berhasil menggagalkan pengiriman satwa dilindungi, Minggu (22/11/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.

Dirpolairud Polda Jatim, Kombes Arnapi mengatakan, pihaknya mengamankan Muslech Hidayat alias Alex (32) warga Banjarmasin dan ratusan satwa dilindungi.

“Dari pengungkapan ini, kami mengamankan 205 ekor burung jenis cucak hijau kondisi hidup, 20 cucak hijau telah mati, 96 ekor murai batu hidup, 3 murai batu telah mati. Kemudian 20 ekor burung kacer dan 80 burung kapas tembak,” terangnya, Senin (23/11/2020).

Menurutnya, pelaku penyelundupan jalur laut ini sangat cerdik. Alex menggunakan box kardus dan box plastik untuk mengelabuhi petugas.

“Untuk kelabuhi petugas di lapangan, tersangka ini pintar. Dia membungkus burung itu menggunakan box kardus dan box plastik kotak. Namun, anggota bisa mengamankan tersangka dan membawa barang bukti,” imbuhnya.

Sementara Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Alex ditangkap Tim Intel Air saat mengadakan giat pemeriksaan di KMP Mutiara Ferindo 5, yang berlayar dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan menuju Pelabuhan Jamrud Selatan Tanjung Perak, Surabaya.

“Ditpolairud mengamankan satu orang asal Banjarmasin yang diduga mengirim beberapa jenis burung yang diduga Illegal. Saat dilakukan penangkapan, orang ini tidak bisa menunjukkan surat surat resmi,” jelas Kombes Truno.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf A dan C UU RI, Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. @wendy