LENSAINDONESIA.COM:  Hati-hati obat bius diperjualbelikan  bebas.  Akibatnya, ada saja yang menyalagunakan untuk kejahatan.  Ini terjadi pada seorang ayah tiri diduga tega mencabuli puteri  tirinya berusia dibawah umur  dengan menggunakan obat bius.

Tragedi yang menyusahkan seluruh keluarga baik pelaku maupun korban itu, kini diproses Polrestro Bekasi.

Korban sebut Mawar (15),  mengalami trauma sepanjang hidupnya. Pasalnya, dia menjadi korban nafsu syetan ayah tiri itu ternyata sejak usianya masih 12 tahun, saat duduk di bangku SD.

Tragedi memilukan ini baru terbongkar, setelah Mawar tidak tahan menjadi sasaran nafsu syetan ayah tirinya hingga bertahun-tahun. Mawar tidak berani bercerita kepada siapa pun, lantaran ayah tirinya selalu mengancam akan membunuh setiap selesai melampiaskan nafsu biadabnya.

Belakangan, Mawar nekad bercerita kepada Ibu kandungnya. Ini dilakukan karena dirinya tidak kuasa lagi menahan tekanan batin akibat terus menerus diperlakukan tidak manusiasi oleh ayah tirinya.

“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini. Keterlaluan dan hati saya sangat sakit, Pak,” ceplos Nyonya A (40), ibu kandung  korban saat mendatangi Polrestro Bekasi.

Tragedi pilu yang menimpa puterinya terbongkar berawal saat Mawar pada  Rabu (4/11/2020), memberanikan diri bercerita kepada ibunya semua kejadian yang dialami. Peristiwa selalu terjadi di rumahnya  wilayah Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Mendengar penuturan anaknya, ibu kandung ini kontan shock.  Keluarga ibu kandung korban juga geram. Akhirnya, ibu kandung dan pamannya  mendatangi pihak  Polres Metro Bekasi guna melaporkan kejadian tersebut.  Kemudian, korban dilakukan visum, Kamis (5/11/2020) dengan laporan Nomor : LP/1167/816-SPK/K/XI/2020 /Restro Bekasi.

Di depan polisi, korban mengaku awal kejadian saat korban Kelas 6 SD. Korban saat bermain dipanggil ayah tirinya, J.  Saat itu, di rumah hanya ada pelaku dan korban. Korban diminta untuk memijat dengan alasan kecapekan.

Saat memijat itu, pelaku membekap korban. Kemudian, korban disemprot obat bius, sehingga korban tak sadarkan diri (tertidur). Setelah korban sadar dan terbangun, pakaiannya sudah terlepas dan merasakan ada yang aneh pada dirinya. Rupanya, ayah tiri sudah merenggut kegadisannya.

“Anak saya diancam dibunuh kalau sampai menceritakan kejadian yang baru dialami,” ungkap ibu kandung korban.

Setelah kejadian itu, ayah tirinya bukannya bertobat. Malahan, selalu mengulangi perbuatannya dengan berbagai ancaman. Jika menolak, pelaku juga mengancam akan melukai.

“Pengakuan anak saya, delapan kali diperlakukan biadab begitu,” tutur ibu kandung korban.

Karena sudah beranjak remaja dan tidak tahan diperlakukan biadab begitu, menurut ibu kandung korban, anaknya akhirnya menceritakan penderitaannya kepadanya.

“Saya berharap polisi menghukum seberat-beratnya,” tuturnya saat mendatangi Polrestro Bekasi. @sofi