LENSAINDONESIA.COM: Para guru dan petugas Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya telah diperbolehkan untuk kembali ke sekolah jelang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Agar pelaksanaan sekolah tatap muka berlangsung aman dan sesuai standart protokol kesehatan COVID-19, saat ini Pemerintah Kota Surabaya secara bertahap mulai melakukan tes swab kepada para siswa. Tes swab sendiri telah dimulai dengan diawali oleh Siswa 9 SMP se-Surabaya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menyampaikan, hari ini terdapat 17 SMP yang siswanya dilakukan tes swab oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

Berdasarkan data Dinkes Surabaya, secara keseluruhan kurang lebih terdapat 12 ribu siswa SMP se-Surabaya yang akan menjalani tes swab. Sedangkan untuk siswa kelas 9 terdapat 4.896 siswa.

Tes swab siswa kelas 9 dilaksanakan pada hari ini hingga besok. Sedangkan untuk kelas 7 dan 8 SMP tes swab akan dilakukan di awal tahun depan.

“Sebenarnya untuk jumlah pelajar kelas 1–3 SMP yakni 12 ribu. Tetapi kali ini swab khusus untuk kelas 3 dengan total 4.896 siswa hari ini dan besok,” ungkap Febri saat ditemui di Kantornya, Rabu Sore (25/11/2020).

Menurut rencana, sekolah tatap muka akan dimulai pada awal Desember dengan kelas 9 SMP sebagai pembuka. Oleh karenanya seusai tes swab yang dilakukan pada guru dan petugas sekolah, Pemkot langsung melakukan Swab kepada para pelajar se-Surabaya.

Meskipun telah dilakukan swab dan dipastikan tidak ada yang positif, protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka akan tetap diterapkan secara ketat.

“Ini bertahap ya, jadi saat sekolah tatap muka dimulai maka dipastikan seluruhnya negatif COVID-19. Tetapi tetap dengan protokol kesehatan (prokes) yang begitu ketat,” jelasnya.

Febri menjelaskan bahwa untuk mekanisme pelaksanaan swab, para pelajar cukup datang ke sekolah, kemudian petugas dari puskesmas akan mendatangi sekolah tersebut sesuai dengan masing-masing wilayah. Seperti SMPN 1 Surabaya, petugas Puskesmas yang datang berasal dari Ketabang, Rangkah, Pacar Keling dan Gading.

“Tesnya di sekolah masing-masing. Artinya puskesmas yang mendatangi, siswa cukup datang ke sekolah saja,” paparnya.

Dari data awal terdapat 18 SMP yang siswanya mengikuti tes swab pada hari ini. Namun karena ada sekolah yang mundur sehingga hanya ada 17 sekolah. Sekolah-sekolah tersebut diantaranya adalah SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 10, SMPN 12, SMPN 15, SMPN 19, SMPN 26, SMPN 28, SMPN 46, SMPN 62, SMPN 17 Agustus 1945, SMP Al-Hikmah, SMP Giki 2, SMP Kristen YBPK 1, SMP Santa Maria, dan SMP Santo Carolus.@budi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun