LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan meski di diterapkan atau dibukanya sekolah dengan pembelajaran tatap muka, namun sifatnya tidak wajib di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Orangtua atau wali murid memiliki hak untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan bagi anak mereka untuk kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Sekolah perlu dukukungan dari orang tua murid.

“Kalau pun kami memperbolehkan tatap muka, orangtua punya hak untuk tidak mengirimkan anaknya sekolah. Kami tidak ingin kalau kami buka, tapi ternyata tidak dapat dukungan dari orangtua, anak-anak tidak diperkenankan sekolah,” ujar Ariza sapaan akrab Riza Patria di DPRD DKI Jakarta pada Rabu (25/11/2020), menanggapi kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim yang melimpahkan wewenang pembukaan sekolah kepada pemerintah daerah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Ariza, tengah mempersiapkan sejumlah kebijakan terkait wacana pembukaan kembali kegiatan tatap muka di sekolah pada semester genap tahun ajaran 2020/2021.

“Di Jakarta sampai saat ini kami belum buka, sesuai keputusan Pak Gubernur beberapa hari lalu kita masih memperpanjang PSBB transisi dan belum perkenankan tatap muka untuk pendidikan,” terangnya.

“Kita akan lihat perkembangan dalam satu sampai dua minggu, satu hingga dua bulan ini, nanti kita akan putuskan yang terbaik,” imbuh Ariza.

Diberitakan sebelumnya, Mendikbud Nadiem menyatakan, pemerintah membuat kebijakan terkait sekolah diperbolehkan atau dapat kembali dibuka secara tatap muka pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 di tengah pandemi Covid-19.

Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa orangtua siswa memiliki hak untuk tidak mengizinkan anaknya ikut pembelajaran tatap muka di sekolah pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 di tengah pandemi Covid-19.

Amanat itu disampaikan Nadiem berkaitan dengan wewenang yang diberikan sepenuhnya kepada gubernur untuk menentukan pembukaan sekolah tatap muka di daerah.

“Kalaupun sekolahnya dibuka bahwa orangtua masih bisa tidak memperkenankan anaknya untuk datang ke sekolah untuk melakukan tatap muka. Jadi, hak terakhir dari siswa individu walupun sekolahnya sudah mulai tatap muka masih ada di orang tua,” ujar Nadiem melalui keterangan virtual pada Jumat (20/11/2020).@licom

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun