LENSAINDONESIA.COM: Video kampanye provokatif pendukung pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman yang menyayikan lagu ‘Hancurkan Risma Sekarang Juga’ menuai kecaman, salah satunya datang dari Forum Komunikasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (Forkom LPMK) Surabaya.

Ketua Forum LPMK Unsi Fauzi mengatakan, kampanye provokatif semacam itu tidak perlu dilakukan bila semua pihak menginginkan Pilkada Surabaya damai, aman dan menyenangkan.

“Yang jelas, saya sangat sedih dan kecewa ada kampanye provokatif seperti itu. Mungkin ini kampanye hitam. Saya jelas tidak suka dan kaget ada video yang viral seperti ini. Kata hati saya berontak melihat video tersebut,” ujar Fauzi, saat dikonfirmasi, Kamis (26/11/2020).

Menurut Fauzi, video viral tersebut juga membuat banyak ketua LPMK yang condong mendukung Machfud Arifin meradang. Mereka mengaku kecewa karena ada kampanye yang menjelek-jelekkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Bu Risma.

“Sebagai warga Surabaya, mereka tidak terima marwah wali kota direndahkan. Bu Risma itu saat ini masih menjabat wali kota Surabaya. Sehingga jangan kampanye brutal seperti itu. Dampak buruknya sangat luar biasa,” ungkapnya.

“Apanya yang harus dihancurkan dari Bu Risma?” kata Fauzi.

Fauzi juga menyinggung adanya Mat Mochtar di video viral tersebut. Mat Mochtar diduga sebagai pihak dibelakang kampanye provokatif tersebut.

Seharusnya, kata Fauzi, Mat Mochtar sebagai mantan kader PDI Perjuangan Surabaya bisa memberikan contoh kampanye yang menyejukkan. Tidak justru ikut menyanyikan lagu provokatif hancurkan Bu Risma.

“Saya sangat menyesalkan beliau ikut menyanyikan lagu yang sangat provokatif itu,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pendukung Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman berkampanye dengan menyanyikan lagu provokatif yang videonya beredar dibeberapa grup WhatApps.

Dalam video berdurasi 19 detik tersebut, para pendukung Machfud Arifin-Mujiaman menyanyikan “Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga”.

Lirik pelesetan lagu ‘Menanam Jagung’ ciptaan Ibu Sud itu dinyanyikan dengan berapi-api seolah menunjukkan kebencian terhadap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Sejumlah orang tersebut juga bernyanyi sambil mengacungkan dua jari untuk menunjukkan dukungan pada paslon Machfud-Mujiaman.

Dalam video tersebut, juga terlihat Mat Mochtar, mantan kader PDI Perjuangan yang telah dipecat karena tidak patuh terhadap keputusan partai.

Mengenakan baju batik warna cokelat dan peci hitam, Mat Mochtar yang pernah menyebut penutupan lokalisasi Dolly adalah pencitraan juga terlihat ikut menyanyikan lagu “Hancurkan Risma Sekarang Juga” sembari mengacungkan dua jarinya.

Sebagian pendukung paslon nomor 2 tersebut ada yang memakai kaos bergambar Machfud Arifin-Mujiaman dengan corak warna warninya.

Sedangkan sebagian lain mengenakan kaos warna hitam dengan gambar kepala banteng warna merah.

Belum diketahui secara pasti, lokasi acara tersebut. Namun diduga acara tersebut adalah acara kampanye paslon 2, terlihat dari background spanduk yang tertuliskan
“Silaturrahmi Pendukung ” dengan gambar Machfud Arifin-Mujiaman disampingnya.@LI-13

Redaksi tidak dapat menampilkan video yang menjadi sumber berita karena mengandung unsur provokatif