LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Malang menggelar gerakan tanam puluhan ribu pohon pule, Sabtu (28/11/2020).

Dalam Rangka Hari Tanam Pohon Nasional tersebut, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengingatkan soal pentingnya protokol kesehatan (Prokes) COVID-19.

Menurut dia, meski wabah pandemi COVID-19 belum reda, bukan berarti kegiatan sosial yang bersifat massif ikut dihentikan. Dia contohkan seperti gerakan tanam puluhan ribu bibit pohon pule.

“Gerakan tanam pohon itu harus tetap dilakukan meski kondisinya masih pandemi COVID-19. Yang penting tidak mengabaikan Prokes,” kata pria yang akrab disapa Bung Edi ini saat didampingi  Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rinawati dan Kepala Bagian Humas Kota Malang, Nur  Widianto.

Prokes yang tak boleh diabaikan itu disebutkan Bung Edi seperti pakai masker. Lalu,  jaga jarak, sering cuci tangan dengan air mengalir atau pakai hand sanitizer.

Semua itu, papar dia, harus dilakukan saat mengikuti gerakan tanam pohon tersebut. Untuk itu, kata dia, gerakan tanam pohon tersebut juga dilakukan secara bertahap.

Tujuan gerakan tanam pohon itu, menurut Ketua DPD Golkar Kota Malang ini, untuk mengedukasi masyarakat dalam melestarikan lingkungan. Sehingga  masyarakat mencintai lingkungan.

Gerakan tanam pohon itu diawali di SMP, lalu Lapangan Sampo Malang. Setelah itu dilakukan di Kelurahan Bakalan Krajan dan di Makam Mulyorejo.

Wawali Sofyan Edi berpesan agar kegiatan ini terus dilakukan secara merata. Dia berharap   seluruh wilayah Kota Malang tidak ada yang tak tertanami pohon.

“Terlebih, saat ini kita memasuki musim penghujan. Sehingga dibutuhkan banyak pohon untuk menjadi resapan air agar  terhindar  dari banjir,” ujarnya.

Apalagi kata dia, pohon pule ini diyakini merupakan tanaman herbal. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk kekebalan tubuh di masa pandemi COVID-19 ini.@aji

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun