LENSAINDONESIA.COM: Tim gabungan (Timgab) dari TNI, Polri dan Satpol PP di Kota Malang menggelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan COVID-19 di beberapa kafe, Jumat malam (27/11/2020).

Tim gabungan yang berjumlah 200 personel ini memeriksa kedisipinan protokol kesehatan setiap pengunjung dan kafe seperti penggunaan masker, menjaga jarak dan cuci tangan dengan sabun. Pengunjung maupun pengelola kafe pun dilakukan rapid test. 

Waka Polresta Malang Kota, AKBP Totok Mulyanto D SIK menyampaikan, operasi yustisi dilakukan sebagai upaya pengendalian dan mencegah persebaran COVID-19 melalui tempat-tempat yang rentan penularan, salah satunya di Kaffe Preston.Co Jl Sudimoro, Kelurahan Mojolangu.

“Kami memang melakukan operasi yustisi untuk penegakan hukum protokol kesehatan. Kami juga melaksanakan rapid rest. Kalau ada yang reaktif ya langsung kami swab,” jelas AKBP Totok Mulyanto di sela operasi.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Malang, Priadi melalui pengeras suara menghimbau agar menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat. Menurutnya, selama pandemi COVID-19 saat ini penerapan protokol kesehatan sifatnya wajib.

“Misalnya, pakai masker. Itu wajib digunakan saat aktivitas. Lalu, cuci tangan dan  jaga jarak. Gunakan handsanitizer saat berada di kafe,” katanya.

Priadi menyampaikan, dari 49 orang yang di-rapid test di kafe tersebut, terdapat 3 orang pengunjung yang reaktif COVID-19.

Setelah dari Kaffe Preston.Co, Tim Gabungann bergeser ke Kafe Triangle Jl Sukarno-Hatta, Kelurahan Jatimulyo.

Di tempat ini, sebanyak 46 orang di-rapid test, dan ada 2 orang yang

kemudian di Loading Resto. Serta beberapa pengunjung lainnya.

Dari 70 orang yang di-rapid test, di lokasi itu juga ditemukan 3 orang yang reaktif COVID-19.

Kapolresta Malang Kombes Pol Leonardus Simarmata menyampaikan, setiap orang yang dinyatakan reaktif COVID-19 tersebut langsung dibawa ke Safe House Jl. Kawi, Kota Malang untuk menjalani swab test.

“Mereka yang reaktif setelah pemeriksaan rapid test, langsung di-swab di Safe House Jl. Kawi Malang. Prosedurnya seperti itu,” jelasnya.

Leonardus Simarmata mengatakan, operasi yustisi ini terus dilakukan, bahkan dalam sehari bisa lima kali operasi di tempat berbeda.

“Harapannya agar mata rantai penularan COVID-19 ini cepat terputus. Sehingga wabah mematikan itu bisa segera teratasi,” pungkasnya.@aji

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun