LENSAINDONESIA.COM: Sekitar 20 orang ibu-ibu yang tergabung dalam Emak-Emak Surabaya mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya untuk melaporkan kampanye provokatif yang dilakukan pendukung pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman.

Para ’emak-emak’ tersebut datang ke Bawaslu dengan membawa bukti video kegiatan kampanye pendukung Machfud Arifin-Mujiaman yang menyanyikan lagu mengandung ujaran kebencian ‘Hancurkan Risma Sekarang Juga’.

Ketua koordinator Emak-Emak Surabaya, Renny Arijani, mengatakan, pelaporan ini adalah tindak lanjut dari demonstrasi membela Risma pada Jumat 27 Nopember 2020 kemarin.

Menurutnya, karena video kampanye ‘Hancurkan Risma’ tersebut mengandung ujaran kebencian, ia minta hal ini diproses secara hukum.

“Ini bukan sekadar teriakan. Kita tidak bisa menerima, tapi ini harus ditindak secara hukum, karena ada dasar hukumnya, ada pasal-pasalnya,” ucap Renny di kantor Bawaslu, Sabtu (28/11/2020).

Renny mengatakan, ada potensi pelanggaran pidana dan administrasi kampanye dalam video
‘Hancurkan Risma’ tersebut. Di antaranya adalah UU 6 Tahun 2020, yang di dalamnya mengatur larangan kampanye menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan atau menganjurkan kekerasan kepada perseorangan, kelompok masyarakat dan/atau partai politik.

Ada pula larangan kampanye menghina seseorang dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 3 bulan atau paling lama 18 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 600 ribu atau paling banyak Rp 6 juta.

“Di Peraturan KPU juga diatur bahwa materi kampanye harus sopan, edukatif, beradab, dan tidak bersifat provokatif. Semestinya kita berkampanye adu program, bukan teriak-teriak ingin menghancurkan seorang perempuan yang telah bekerja untuk Surabaya seperti Bu Risma,” jelasnya.

Para ibu-ibu tersebut ditemui langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Surabaya, Agil Akbar.

“Kami baru saja menerima kehadiran masyarakat yang melaporkan beberapa kegiatan yang menurut mereka melakukan suatu pelanggaran Pemilukada,” kata Agil.

Agil menyampaikan, pihaknya akan mempelajari bukti video tersebut dan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan.

“Secara umum kita terima lebih dulu berkas-berkas yang disampaikan, tadi ada foto, ada CD yang isinya video,” tambah Agil.

Seperti diketahui, pendukung Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman berkampanye dengan menyanyikan lagu provokatif yang videonya beredar dibeberapa grup WhatApps.

Dalam video berdurasi 19 detik tersebut, para pendukung Machfud Arifin-Mujiaman menyanyikan “Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga”.

Lirik pelesetan lagu ‘Menanam Jagung’ ciptaan Ibu Sud itu dinyanyikan dengan berapi-api seolah menunjukkan kebencian terhadap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Sejumlah orang tersebut juga bernyanyi sambil mengacungkan dua jari untuk menunjukkan dukungan pada paslon Machfud-Mujiaman.

Dalam video tersebut, juga terlihat Mat Mochtar, mantan kader PDI Perjuangan yang telah dipecat karena tidak patuh terhadap keputusan partai.

Mengenakan baju batik warna cokelat dan peci hitam, Mat Mochtar yang pernah menyebut penutupan lokalisasi Dolly adalah pencitraan juga terlihat ikut menyanyikan lagu “Hancurkan Risma Sekarang Juga” sembari mengacungkan dua jarinya.

Sebagian pendukung paslon nomor 2 tersebut ada yang memakai kaos bergambar Machfud Arifin-Mujiaman dengan corak warna warninya.

Sedangkan sebagian lain mengenakan kaos warna hitam dengan gambar kepala banteng warna merah.

Belum diketahui secara pasti, lokasi acara tersebut. Namun diduga acara tersebut adalah acara kampanye paslon 2, terlihat dari background spanduk yang tertuliskan.

“Silaturrahmi Pendukung ” dengan gambar Machfud Arifin-Mujiaman disampingnya.@LI-13