LENSAINDONESIA.COM: Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Kacung Marijan menilai wajar tentang ekpresifnya mantan pendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meneriakkan ‘Hancurkan Risma’ dalam video viral yang beredar dengan durasi 19 detik.

“Itu kan dulu pendukung Bu Risma, kecewa kepada Bu Risma.Ya wajar saja, wong namanya orang kecewa ya kan mesti ekspresif,” kata Prof Kacung Marijan, Sabtu (28/11/2020).

Lebih lanjut, Kacung juga menilai bahwa yang meneriakkan ‘Hancurkan Risma’ bukanlah murni pendukung Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) paslon Wali Kota dan Wakil Walikota Surabaya nomor urut 2.

“Pendukung Machfud kan dulunya seperti partai PKB, Gerindra, Demokrat. Itu yang mendukung sejak awal,” jelasnya.

Kacung menyebut kurang tepat jika judul beritanya adalah kekecewaan mantan pendukung Risma.

“Kalau pendukung sejak awal partai-partai yang mendukung Pak Machfud kan tidak ada yang sampai begitu. Karena sekali lagi itulah wajar namanya kecewa,” tegas Kacung.

Ditanya soal menjadi kontraversi yang terjadi saat ini, Kacung lagi-lagi menilai hal itu wajar. Karena pendukung Risma masih ada yang tetap pro, namun belakangan mulai muncul yang kontra.

Karena itu pihaknya berharap agar Risma maupun pendukungnya tak menyikapi secara berlebih. “Jadi korban apa Bu Risma? Apanya yang dikorbankan?,” tanya Kacung keheranan.

Sejak awal Kacung bakal memprediksi adanya kejadian ini. Yaitu, sejak tak keluarnya rekom untuk kader PDIP sendiri yakni Whisnu Sakti Buana. Dan rekom PDIP malah jatuh ke non kader PDIP Eri Cahyadi yang tak lain anak buah Wali Kota Risma di Pemkot Surabaya.

“Pangkal permasahalannya di situ. Harus dipahami ini,” bebernya.

Soal viral atau tidaknya video saat ini Kacung juga menilai wajar. Karena sudah zamannya media sosial.

Kacung juga mengomentari jika Mat Mochtar dan kelompok Banteng Ketaton lainnya yang seolah dianggap bar-bar. “Itu kan juga dulu pendukung Risma. Berarti dulu pendukung Risma bar-bar juga,” sebut Kacung.@sarifa