LENSAINDONESIA.COM:  Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Syaiful Hidayat menegaskan, bahwa PDI Perjuangan semakin solid ketika pasangan calon wali kota dan calon wali kota Surabaya Eri Cahyadi-Armuji selalu dikepung, difitnah dan bahkan lawan mencoba terapkan politik pemecah belah, politik sembago, dan anggaran kampanye yang begitu besar.

Menurut Djarot, berbagai dinamiika politik menjelang Pilkada Surabaya itu justru menambah soliditas PDI Perjuangan dan masyarakat untuk memenangkan Eri-Armuji menjadi penerus Risma.

“Jurus pemecah belah tidak efektif dan itu justru membuktikan rendahnya etika dan moralitas tim kampanye nomor 2 tersebut. PDI Perjuangan makin solid. Apa yang dilakukan mereka dengan merekrut Seno atau Jagad Hariseno adalah langkah panik, karena memang tidak punya rekam jejak unggulan. MA-Mijiaman tidak punya narasi dan program yang membawa kemajuan Kota Surabaya. Maka mereka hanya bisa menjelek-kan pihak Risma, Eri dan Armuji. Lihat saja Lagu Habisi Risma, yang terjadi malah arus balik dan menguatnya dukungan paslon nomor 1”, ujar mantan Wali Kota Blitar, wagub dan gubernur DKI Jakartatersebut.

Senada dengan Djarot, Puti Guntur Soekarno juga tidak tinggal diam.

“Saya tahu persis bagaimana Ibu Megawati mengambil keputusan calon wali kota Surabaya dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Yang dikedepankan oleh Ibu Megawati adalah kepentingan rakyat Surabaya, kemajuan kotanya, dan Eri dinilai paling pantas melanjutkan kepemimpinan Risma-Wisnu. Ketika Mas Armuji sosok senior Partai ditetapkan sebagai calon wakil, maka disitulah kepentingan masyarakat Surabaya dikedepankan”, ujar Puti dengan penuh semangat.

Cucu Presiden Sukarno tersebut justru meminta seluruh simpatisan, anggota, dan kader Partai untuk terus berjuang dengan penuh keyakinan bersama rakyat.

“Seluruh simpatisan, anggota, dan kader Partai jangan tolah-toleh. Tetap berjuang untuk menangkan Eri-Armuji. Lawan telah terapkan politik devide et impera. Jangan terengaruh. Mereka tidak percaya diri. Saya yakin, apa yang disampaikan saudara Seno tidak banyak pengaruhnya. Kita terus tegak lurus bersama Ibu Megawati untuk kehebatan Surabaya. Mari maju bersama PDI Perjuangan, galang kekuatan rakyat”, ujar Puti dengan bergelora.

Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi mengatakan politik segala cara telah dimainkan oleh kubu sebelah. Menurutnya, apa yang mereka lakukan telah merendahkan martabat rakyat Surabaya bahwa sepertinya pemimpin itu bisa dibeli dengan uang.

“Politik segala cara telah dimainkan. Apa yang mereka lakukan telah merendahkan martabat rakyat Surabaya bahwa sepertinya pemimpin itu bisa dibeli dengan uang. Mereka lupa bahwa jurus adu domba, pamer mobil mewah, pamer logistik dan pamer lagu Habisi Risma adalah jurus dan strategi kampanye yang jauh dari etika dan moral politik. Jiwa kepahlawanan rakyat Surabaya, justru semakin kuat menyatu dengan kepemimpinan Risma, Eri dan Armuji”, ujar Kusnadi yang sekaligus Ketua DPD Jatim tersebut.@LI-13