LENSAINDONESIA.COM: Para seniman kota Depok mengaku gelisah tidak mempunyai tempat dalam berkarya. Padahal Depok adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki banyak seniman yang prestasinya cukup membanggakan hingga kancah internasional

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Seniman Depok bersatu membuat sebuah wadah bernama Forum Seniman Depok untuk mendorong pemerintah kota Depok segera membangun Gedung Kesenian Depok.

AgungTri Abudardiri selaku pemkarsa Forum Seniman Depok, menuturkan idealnya pemerintah dan seniman bisa saling bersinergi dalam pembangunan kebudayaan dan peradaban kota. Namun, kenyataanya seniman Depok tidak bebas berkarya di kotanya sendiri lantaran tidak mempunyai gedung kesenian.

Seniman yang ada di kota Depok, kata Agung, antara lain mulai dari generasi terdahulu WS Rendra sampai generasi selanjutnya seperti Wilem Matakena, Ranie Klees, Heri Gongku ,Djaya Kasawilaga, Uyung Mahagenta, Tora Kundera, Bongq Marcel, Wawan Larasati, Doddy Katamsi, Baas Ayodyapala, Ginanjar 4Sekawan, Andi Malewa dan masih banyak lagi.

Kota Depok, lanjut Agung, sudah hampir 21 tahun berdiri dan berkembang maju. Laju investasi yang deras dan perkembangan kota semakin maju, kata Agung, diharapkan jangan sampai melupakan sisi pengembangan seni budaya di kota itu sendiri.

“Banyak seniman di Kota Depok dalam menggerakkan seni budaya tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Depok untuk sarana Gedung Kesenian sebagai wadah berkesenian. Maka dari itu, kami melalui wadah Forum Seniman Kota mendesak pemerintah kota Depok untuk segera mendirikan gedung kesenian Depok,” ujar pria yang akrab disapa Agung Saget di Depok, Minggu (29/11/2020).

Agung selaku seorang seniman musik pernah di grup band Gugun and The BluesBug dan additional drummer Dbluesbuster ini menjelaskan Forum Kesenian Depok mewakili sembilan komite kesenian yaitu Komite Tari, Komite Musik, Komite Teater, Komite Seni Rupa, Komite Sastra, Komite Film, Komiter Media Baru, Komite Fotografi, dan Komite Seni Tradisi.

Agung juga mengajak seluruh elemen masyarakat kota Depok untuk mendesak Pemerintah Kota Depok agar segera membangun Gedung Kesenian sebagai sarana untuk memajukan seni budaya di Kota Depok.

“Seluruh Seniman Depok bersatu menuntut perhatian pemerintah kota untuk memfasilitasi mereka untuk berkarya dengan membangun Gedung Kesenian Depok. Kami sudah lebih dari 12 tahun diberikan janji. Kali ini tidak akan terulang janji,” kata Agung Saget.

Agung menyoroti pilkada Depok yang bakal digelar 9 Desember 2020 yang dikuti dua kontestan yakni pasangan Mohammad Idris – Imam Budi Hartono dan Pradi Supriatna – Afifah Alia bersaing menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kota Depok periode 2021-2024.

Menurutnya, kedua Paslon tersebut tidak mempunyai komitmen membangun gedung kesenian yang sangat diidam-idamkan seniman kota Depok.

“Lima tahun lalu itu-itu juga orangnya dan gak punya komitmen bangun gedung kesenian, dan sekarang calonnya cuma itu-itu juga,” ungkap pria musisi musik blues ini kesal.

Agung mengharapkan kepada pemenang Pilkada Depok 2020 yang akan menjabat Walikota dan Wakil Walikota Depok periode 2021-2024 untuk segera membangun gedung kesenian.

“Siapapun pemenangnya di Pilkada Depok tanggal 9 Desember 2020, kami mohon perhatian pemerintah kota Depok untuk memfasilitasi para seniman Depok agar bisa berkarya dengan membangun Gedung Kesenian Depok. Sudah lebih dari 12 tahun kami dibohongi, kali ini tidak akan terjadi lagi,” kata Agung Saget mengakhiri.@Rudi