LENSAINDONESIA.COM:  Calon Bupati (Cabub) Ponorogo Sugiri Sancoko, yang tidak diusung partainya, Partai Demokrat, diprediksi kuat bakal mampu menggeser Cabub inkumben, Ipong Muchlissoni yang berpsangan dengan Bambang Tri Wahono pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Meski Giri diklaim modal keuangan politiknya tak sekuat Ipong yang sudah menjadi Bupati Ponorogo lima tahun sebelumnya, namun politikus yang juga seniman peduli “Reog Ponorogo”  ini dinilai lebih dekat dengan “wong cilik” di Ponorogo  ketimbang Ipong yang berlatar belakang pengusaha pertambangan.

Prediksi unggul itu, meski tidak diakui pasangan calon (Paslon) No urut 2 Ipong – Bambang, faktanya diperkuat adanya partai pengusung Sugiri yang berpasangan dengan Lisdyarita. Yakni, perpaduan nasionalis dan religius yang identik dengan karakter masyarakat Ponorogo. Partai PDI Perjuangan dan Hanura, serta PAN dan PPP.

Peluang Sugiri yang pernah menjadi wakil rakyat Ponorogo di DPRD Jawa Timur menghentikan ambisi Ipong memperpanjang jabatannya kembali menjadi Bupati Ponorogo untuk periode kedua, dimanfaatkan secara “all out” partai-partai pengusung pasangan calon (Paslon) No urut 1 Sugiri-Lisdyarita.

Konsolidasi partai pengusung pun digalakkan, termasuk mendengar keluhan-keluhan warga Ponorogo selama lima tahun dipimpin Ipong yang dinilai tidak secemerlang Walikota Tri Rismaharini saat memimpin periode pertama Kota Surabaya.

Bahkan, Partai Amanat Nasional (PAN) sangat “all out” melakukan konsolidasi dengan mengumpulkan semua kader dan simpatisan se Dapil III, salah satu wilayah yang diunggulkan. Termasuk, mencermati keluhan maupun aspirasi warga wilayah Pulung, Pudak, Sooko, Ngebel, Sawoo, pada Sabtu (28/11/2020).

Konsolidasi para ketua ranting se Dapil III, kader dan simpatisan PAN in pun dihadiri langsung petinggi DPW PAN Jatim, Achmad Rubai dan Wakil Ketua DPW PAN Jatim Suli Daim, serta Ketua DPD PAN Ponorogo. Cabup Sugiri dengan karakternya yang khas merakyat bersama Cawabup Lisdyarita nampak gayeng, namun serius selama yang berlangsung di Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Ponorogo.

Ketua DPD PAN Ponorogo, Burhanudin  mengatakan, waktu pemilihan tinggal 12 hari lagi. “Mari merapatkan barisan mengajak saudara, tetangga, kerabat untuk memenangkan Pasangan Calon Sugiri Sancoko-Lisdyarita,” kata Burhanudin, optimistis Sugiri Sancoko yang Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Timur mampu mengembalikan wajah Ponorogo relijius dan berbudaya.

Suli Daim menegaskan, untuk memenangkan Paslon Sugiri Sancoko – Lisdyarita kuncinya harus solid, kuat, teguh. “Tentunya, dengan spirit gotong royong arus bawah untuk perubahan Ponorogo agar lebih baik dan bermartabat,” tambahnya.

Achmad Rubai mempertegas, Paslon Sugiri Sancoko-Lisdyarita merupakan pasangan ideal. “Insya’Allah mampu membawa perubahan bagi masyarakat Ponorogo,” katanya, optimistis.

“Melihat antusiasme masyarakat arus bawah semakin yakin memilih dan siap memenangkan Sugiri Sancoko-Liadyarita untuk mewujudkan Ponorogo yang lebih baik, dan bermartabat. Jangan memilih calon pemimpin yang tidak punya perhatian kepada masyarakatnya,” imbuh Rubai.

Rubai juga berpesan kalau Paslon Sugiri Sancoko-Lisdyarita jadi pemimpin Ponorogo, maka nanti 2024 untuk Pileg maupun Pilpres, akan lebih mudah menata ke depan sesuai yang diharapkan,” tambahnya. @amar kalin