LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan bahwa rencana membuka kembali sekolah secara tatap muka pada Desember ini harus ditunda untuk sementara waktu.

Hal ini karena hasil swab tes yang dilakukan Pemkot Surabaya, banyak siswa SMP kelas 9 yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Sebetulnya saya ingin membuka sekolah SMP bulan Desember, tapi kemarin anak-anak banyak yang positifnya,” ungkap Risma kepada para guru yang mengikuti acara Peringatan Hari Guru 2020 baik secara online maupun offline di Balai Pemuda, Senin Pagi (30/11/2020).

Risma menyatakan, pihaknya akan kembali mengkaji dan mengevaluasi perihal sekolah tatap muka bersama dengan pihak terkait khususnya Satgas COVID-19. Apakah akan digelar Desember ataukah harus ditunda.

Hal itu dilakukan karena pihaknya tidak ingin dengan dibukanya kembali sekolah tatap muka menjadi tempat penyebaran COVID-19. Apalagi bila sampai menjadi klaster baru penyebaran COVID-19.

“Kami akan kaji hari ini karena report-nya (Hasil Swabnya,red) kemarin baru masuk, dan hasilnya banyak sekali anak usia 14 kena,” jelasnya.

Namun Risma optimis sekolah tatap muka akan dimulai sesuai rencana yang akan dimulai dari Siswa SMP. Yang akan dimulai dari kelas 9. Nantinya pembukaan sekolah tatap muka bagi Siswa SMP ini akan menjadi tolak ukur untuk dibukanya sekolah Tatap muka untuk siswa SD.

Menurutnya, dengan dibukanya sekolah tatap muka mulai dari SMP nantinya Pemkot SUrabaya akan mengetahui apa saja kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum dilaksanakannya sekolah tatap muka di tingkat SD.

“Dengan dibukanya SMP kita bisa tahu apa saja kekurangan saat sekolah tatap muka itu, sehingga saat anak SD masuk kita sudah siap dengan perbaikan-perbaikannya,” papar Risma.

Risma mengaku untuk saat ini dirinya tidak mengetahui siapa yang menularkan COVID-19 kepada para siswa yang terkonfirmasi. Oleh karena ya Saat ini sendiri Pemkot tengah melakukan proses tracing mencari kontak erat dengan para siswa yang terkonfirmasi COVID-19 tersebut.

Setelah ditemukan kontak erat sesuai prosedur maka akan dilakukan swab kepada orang-orang yang kontak erat dengan siswa yang terkonfirmasi tersebut. “Saya tidak tahu dari anak-anak itu bisa tertular, jadi masih kita tracing,” ujar Risma.

Diketahui, menjelang pelaksanaan sekolah tatap muka pada awal Desember itu, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai persiapan dari mempersiapkan protokol kesehatan di sekolah, melakukan swab pada guru, petugas sekolah, serta para siswa, hingga mendapat Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Namun karena banyak siswa yang terkonfirmasi COVID-19, maka sekolah tatap muka akan dimulai dari kelas 9 SMP tersebut terancam ditunda.@budi

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun