LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi berharap, di penghujung tahun pada libur panjang bisa dijadikan peluang atau dimanfaatkan untuk membangkitkan pelaku usaha di sektor pariwisata.

Pandemi Covid-19, sangat memukul sektor ini sehingga menjadikan pariwisata terpuruk. Oleh karena itu, libur panjang masyarakat diingatkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“11 hari. Jadi ini momen bagi para pelaku wisata untuk mengembalikan ekonomi mereka yang satu tahun kemarin terjun,” ujar Dede di Media Center DPR RI, Jakarta, Senin (30/11/2020).

Meski sebagai peluang pada sektor pariwisata, namun Dede Yusuf kembali menegaskan, ketaatan pada penerapan protokol kesehatan terus dijalankan agar terhindar atau mencegah penularan Covid-19 di masa libur panjang.

Pimpinan Komisi X DPR RI ini pun meminta kepada pemerintah untuk melakukan fungsi pengawasan melalui penerapan aturan dan sanksi jika pelaku usaha mengindahkan atau lalai protokol kesehatan.

“Berarti pertama apa? Sesegera mungkin Kementerian Pariwisata segera mengeluarkan aturan main, aturan mainnya seperti apa? Yang melanggar aturan main siap disanksi, sanksinya mungkin ada sanksi yang bisa diberikan oleh pemerintah. Kalau imbauan tidak jalan (tidak efektif), tetap harus ada sanksi,” terang Dede Yusuf.@licom

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun