LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur terpaksa menghentikan sekolah tatap muka di tingkatan SMA. Kebijakan ini dilakukan karena angka kasus COVID-19 kembali mengalami peningkatan.

Keputusan menghentikan belajar tatap muka ini berdasarkan surat Nota Dinas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang (Cabdisdik Jombang) yang ditujukan kepada kepala SMK, SMA, PKLK negeri maupun swasta di Kabupaten Jombang dengan nomor surat No : 421/4010/101.6.26/2020 yang diterbitkan pada Jumat 27 Nopember 2020.

Dalam keterangan tertulis Trisilo Budi Prasetyo, kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang mengatakan, pemberhentian kegiatan pembelajaran tatap muka tersebut memperhatikan perkembangan angka terkonfirmasi positif COVID-19 di Jombang yang semakin tinggi kembali.

“Dengan mempertimbangkan hal tersebut kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas di SMA Negeri/Swasta dan praktik tatap muka terbatas di SMK Negeri/Swasta dihentikan untuk satu bulan kedepan sampai ada evaluasi lebih lanjut,” kata Trisilo Senin (30/11/2020).

Trisilo Budi Prasetyo mengimbau agar tidak dilaksanakan kegiatan apapun yang sifatnya mengundang kumpulan banyak massa demi memutus rantai penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. “Untuk tidak melaksanakan kegiatan apapun di sekolah yang sifatnya pengumpulkan masa,” ujarnya.

Ia juga menganjurkan agar setiap sekolah melakukan penyemprotan cairan disinfektan sebagai upaya sterilisasi di lingkungan sekolah yang ada di Kabupaten Jombang.@obi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun