LENSAINDONESIA.COM: Pepatah bilang “mencegah lebih baik dibandingkan dengan mengobati” berlaku untuk semua orang agar menghindari paparan Virus Corona atau Covid-19. Disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan mengingat #ingatpesanibu yakni 3M menjadi upaya pencegahan penyebaran virus, Selasa (01/12/2020).

Pilihan paling mujarab adalah disiplin protokol 3M (Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Mematuhi protokol kesehatan merupakan kunci utama untuk bisa memutus rantai penularan Covid-19. Sebab, hingga kini belum ada obat dan vaksin melawan virus Corona.

“Protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah adalah 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Upaya ini bukan sekadar slogan untuk diucapkan melainkan harus dilaksanakan dengan disiplin ketat,” demikian disampaikan dr. Nur Khamidah, Sp.KK saat menjadi narasumber TOT Komunitas Forum Lintas Agama dan Komunitas Pentol Literasi.

Panitia TOT Komunitas dari NU Peduli Covid-19 Dimas Muzakki menegaskan bahwa kunci utama memutus mata rantai Covid-19 adalah disiplin 3M.

“Harapan kami semua pihak yang menjadi peserta mampu menjadi agen aktif untuk mengedukasi anggota kelompoknya tentang pentingnya protokol kesehatan,” ujarnya.

Pelatihan yang dilaksanakan di Warung Zam Zam pada, Kamis (26/11) yang lalu tersebut menghadirkan 3 narasumber, dr Nur Khamidah, Sp.KK dari satgas Covid 19 IDI Jombang, Luhur Wijaya (Owner Kedai Kopi Akar Ranting dan pasien covid 19 yang telah sembuh) dan Khudrotun Nafisah (Universitas Darul Ulum).

Dalam sesi pemaparan materi tentang Masih Adakah Covid 19 ?, dr. Nur Khamidah, Sp.KK, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia, mencuci tangan dengan sabun menurunkan risiko penularan 35%, memakai masker kain menurunkan risiko penularan sebanyak 45% dan memakai masker bedah 70%. Sementara menjaga jarak minimal 1 meter bisa menurunkan penularan 85%.

Perlawanan Virus Corona akan membawa hasil maksimal kalau semua pihak menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin, sesuai #ingatpesanibu. Tak hanya melaksanakan 3M tapi harus dipastikan pelaksanaannya benar.

Seperti pengalaman yang pernah dirasakan dimasa pengobatan 14 hari, Luhur Wijaya menyampaikan upaya melindungi diri itu harus membiasakan diri dengan protokol kesehatan, yakni memakai masker dengan baik dan benar

“Jangan asal-asalan, tutupi bagian hidung sampai dagu, juga harus sering mencuci tangan, karena dengan itu bisa menghindari kontak virus,” kata owner Cafe Combi yang akrab disapa Luhur ini, pada forum lintas agama dan komunitas pentol literasi.

Terpisah, H. Didin A Sholahudin selaku koordinator relawan NU Peduli Covid 19 Jombang menambahkan pelatihan komunitas-komunitas ini dalam rangka untuk mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan. Pelatihan ini melibatkan komunitas perempuan, komunitas muslimah pengusaha Thalisa, dan terakhir forum lintas agama dan komunitas pentol literasi.

“Melalui pelatihan ini semua pihak akan bersinergi untuk mensosialisasi kegiatan pencegahan penyebaan covid 19,” pungkasnya.@Obi

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun