LENSAINDONESIA.COM: DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya mengambil langkah tegas kepada para kader yang tak patuh terhadap keputusan DPP PDI Perjuangan yang mengusung pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Eri Cahyadi-Armuji di Pilkada Surabaya 2020.

Setelah sebelumnya DPP PDI Perjuangan memecat Mat Mochtar sebagai kader, kali ini giliran Anugerah Ariyadi yang diusulkan DPC PDI Perjuangan Surabaya ke DPP untuk dipecat.

Seperti halnya Mat Mochtar, Anugerah Ariyadi mendukung paslon Machfud Arifin-Mujiaman.

“Sekarang surat usulan memecat Anugerah Ariyadi sedang DPC PDI Perjuangan Surabaya proses. Kami mengusulkan pemecatan ini bukan tanpa alasan kuat. Tapi sudah melalui berbagai pertimbangan,” ujar Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDI Perjuangan Surabaya, H Sjukur Amaludin, Selasa (01/12/2020).

Menurut Sjukur, apa yang dilakukan Anugerah termasuk pelanggaran berat di PDI Perjuangan. Sebab tidak patuh terhadap keputusan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri. Apalagi, dia juga telah membuat dan menyebarkan video dan suara yang isinya lebih memilih Machfud Arifin-Mujiaman.

Tak hanya itu, lanjut Sjukur, Anugerah juga telah terlibat aktif dalam kampanye untuk paslon nomor 2 Machfud Arifin-Mujiaman.

“Kami juga dengar soal rencana Anugerah ingin keluar dari PDI Perjuangan dan bergabung kepada salah satu partai pengusung Machfud Arifin. Mungkin kalau tidak salah Anugerah gabung Partai Demokrat atau PKS,” tutur Sjukur.

Dengan banyaknya pelanggaran yang telah dilakukan Anugerah itu, kata Sjukur, DPC PDI Perjuangan mengusulkan ke DPP PDI Perjuangan agar Anguerah dipecat dari kader PDI Perjuangan.

“Suratnya sedang kami proses dan akan segera kami kirim ke DPP,” pungkasnya.

Di ketahui, Anugrah Ariyadi merupakan mantan anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019.

Pada Pileg 2019, Anugrah Ariyadi dicoret dari daftar pencalegan karena keputusan internal partai.

Kemudian pada 11 September 2020 lalu, Anugrah sempat mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota Surabaya ke DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya namun tidak mendapat rekom.@LI-13