LENSAINDONESIA.COM: Guna memastikan Pilkada 2 Desember 2020 aman dari penularan virus Corona (COVID-19), Pemerintah Kota Surabaya memfasilitasi seluruh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk melakukan swab test.

Tes swab sebanyak 36.288 petugas KPPS ini digelar mulai 1-5 Desember 2020.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menyampikan, tes swab akan diselenggarakan Gelanggang Remaja, Jalan Bogen I, Kelurahan Ploso, Tambaksari Surabaya.

Para petugas KPPS akan secara bergantian mengikuti tes sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Febri menjelaska, tes petugas KPPS hari ini hasilnya masih belum diketahui. Karena masih dilakukan analisis oleh Tim Dokter dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Nantinya, hasil akan langsung diserahkan kepada pihak terkait.

“Untuk hasil tes swab (positif/negatif) belum diketahui, menunggu analisis dari tim dokter Labkesda. Nanti kalau sudah keluar hasilnya, pihak dokter dari Dinas Kesehatan akan memberitahu kepada pihak terkait,” kata Febri di kantornya Selasa Sore (01/12/2020).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya membagi pelaksanaan tes swab menjadi dua sesi. Secara Keseluruhan para petugas KPPS yang mengikuti tes swab di hari pertama terdapat sebanyak 788 orang. Sehingga pelaksanaannya perlu dibagi menjadi dua sesi guna mencegah terjadinya penumpukan. Padasesi pertama diikuti sebanyak 411 orang. Sedangkan di sesi kedua, diikuti 377 orang.

“Total keseluruhan tes swab hari ini sebanyak 788 orang, yang akan dibagi jadi 2 sesi. 411 orang pada sesi pertama dan 377 orang di sesi kedua,” papar Febri.

Tak hanya swab yang telah diselenggarakan mulai hari ini, Pemkot Surabaya siap menyiapkan peralatan yang diperlukan oleh TPS. Misalnya saja nampan yang bisa digunakan untuk Pemilih meletakkan e-KTPnya. Bahkan Pemkot juga akan siap memfasilitasi Hazmat bagi para Petugas KPPS guna memastikan Pilwali berjalan aman dan lancar. Selain itu ini dilakukan agar para pemilih tak takut untuk datang dan memberikan hak pilihnya dalam Pilwali 2020.

“Monggo bagaimana baiknya. Pagi ini kita dapat baju hazmat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lalu jika dibutuhkan tatanan (nampan) untuk menerima e-KTP pemilih, maka akan kami bantu juga tidak apa-apa,” ujar Risma saat menerima kunjungan dari Anggota Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu.@budi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun