LENSAINDONESIA.COM: Pilkada Surabaya bakal digelar pada Rabu (9/12/2020). Agar perhelatan Akbar tersebut berjalan dengan lancar, Komando Inti (KOTI) Mahatidana Pemuda Pancasila Surabaya menurunkan 500 personel.

Komandan KOTI Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Wahyu Tri Hartanto mengatakan bahwa Pemuda Pancasila berkomitmen untuk mengawal dan memantau pelaksanaan pesta demokrasi di kota Surabaya.

“Langkah ini kami lakukan agar Surabaya tetap aman dan kondusif. Karena Surabaya ini kota yang cukup besar, cukup representatif. Dan warganya juga sangat majemuk,” ujar Wahyu saat acara Apel Siaga KOTI Mahatidana Pemuda Pancasila yang digelar di Mako KOTI kawasan Gunungsari Surabaya, Minggu (06/12/2020).

Pengawalan ini menurutnya penting dilakukan guna meminimalisir tindak pelanggaran dalam pelaksanaan pilkada besok. Ia menegaskan, bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya telah menentukan jumlah Daftar Pemilih di Surabaya pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya tahun 2020.

Jumlah DPT di Surabaya pada pilkada kali ini sebanyak 2.089.027 pemilih yang terdiri dari laki-laki 1.016.395 pemilih dan perempuan 1.072.632 pemilih. Mereka akan memilih di 5.184 TPS yang tersebar di seluruh Surabaya.

Jumlah TPS tersebut sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 6 tahun 2020 terkait pilkada dalam kondisi bencana non alam COVID-19.

Seperti halnya di dalam Pasal 21 Ayat 4 PKPU 6/2020, PerTPS hanya 500 warga pemilih.

Agar pengawalan maksimal dilakukan di seluruh Surabaya, Pemuda Pancasila juga akan melibatkan seluruh kader dan anggota Pemuda Pancasila yang tersebar di 31 kecamatan dan 154 kelurahan.

“Kader dan Anggota Pemuda Pancasila yang ber KTA di Seluruh Surabaya sejumlah 37.000 anggota. Ini dari berbagai elemen yang ada dalam Pemuda Pancasila, diantaranya KOTI, Srikandi, SATMA, Koperasi, LPPH, Lembaga Buruh Pekerja dan Lembaga Pengusaha. Mereka siap mengawal dan mengamankan pilkada besok,” katanya.

Wahyu juga mengatakan, bahwa Pemuda Pancasila sangat mengapresiasi dan mendukung upaya Polrestabes Surabaya menggelar sayembara penangkapan praktik politik uang saat masa tenang Pilkada Surabaya 2020 dengan memberi uang pembinaan pendidikan Rp 5 juta.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh kader Pemuda Pancasila untuk berpartisipasi dengan berkordinasi dan melapor ke Polrestabes Surabaya jika di sekitar lingkungannya terjadi praktik politik uang jelang pemungutan suara Pilkada Surabaya 2020.@LI-13