LENSAINDONESIA.COM: Siswa Kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) kembali menjalani Simulasi Sekolah Tatap Muka menjelang dibukanya kembali Sekolah yang akan dimulai dari SMP.

Pada Hari kedua ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut serta dan memberikan materi kepada seluruh Siswa Kelas 9 se-Surabaya melalui daring di SMPN 1 Surabaya, Selasa Pagi (08/12/2020).

Disela-sela mengisi materi tersebut Risma mengungkapkan, bahwa nantinya Simulasi Sekolah Tatap Muka ini juga akan diisi dengan materi dari berbagai tokoh termasuk dirinya.

Dalam simulasi tersebut Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta akan turut mengisi materi pada simulasi yang akan berlangsung selama 14 hari ini.

Dalam kesempatan tersebut Risma mengisi materi tentang dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari globalisasi.

Risma mengungkapkan selama simulasi ini akan diisi dengan materi-materi ringan terlebih dahulu karena menurutnya siswa tersebut sudah terlalu lama libur. “Mungkin mereka agak terlalu lama libur, jadi kemudian kita ajari pertama yang ringan-ringan dulu termasuk pelajaran saya,” ujarnya.

Risma menjelaskan bahwa simulasi ini perlu dilakukan agar anak-anak dapat menyesuaikan diri bila nanti sekolah kembali dibuka. Selain itu dengan adanya simulasi tersebut dapat memberikan semangat belajar bagi para siswa saat kembali ke sekolah.

Sebab, para siswa sudah lama tidak menerima pembelajaran langsung secara tatap muka. Sehingga ketika sekolah nanti resmi dibuka, anak-anak kembali terbiasa disiplin dengan proses pembelajaran tatap muka.

“Mungkin bisa untuk masa transisi. Tapi nanti kalau lama-lama mereka sudah biasa. Cuma kan mereka harus kita ajarkan disiplin, supaya tidak reborn. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,” jelasnya.

Dengan adanya simulasi dapat memberikan gambaran apa saja yang perlu dievaluasi sebelum sekolah tatap muka benar-benar dimulai. Simulasi ini juga menjadi pengalaman bagi Pemerintah (Pemkot) Kota Surabaya untuk pelaksanaan sekolah tatap muka bagi jenjang pendidikan lain. Sistem sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan ketat akan tetap dijalankan meski vaksin sudah ditemukan.

Menurutnya masyarakat harus tetap patuh dan disiplin menerapkan Protokol Kesehatan. “Sebetulnya sudah bagus, protokolnya sudah kita lakukan, kan kita tidak boleh lengah, namanya juga anak-anak,” terangnya.

“Saya minta seluruhnya (masyarakat,red) meskipun ada vaksin protokol kesehatan tetap dijalankan. Dan Alhamdulillah, simulasinya sudah disiapkan dan itu juga yang diminta oleh perguruan tinggi, ilmu kesehatan, itu agar ada simulasi supaya ada experience,” imbuhnya.@LI-13

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun