LENSAINDONESIA.COM: Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), akhirnya dipastikan menjadi Wali Kota Medan.  Hasil hitung cepat (quick count) 4 lembaga survei terpopuler menyebut perolehan suara Bobby yang berpasangan dengan Aulia Rachman unggul dari lawannya, pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi yang diusung PKS dan Demokrat.

Kemenangan Bobby Nasution di Pilkada Serentak 2020, Rabu, 9 Desember 2020 ini, menjawab keraguan bahwa Presiden Jokowi disukai masyarakat di Kota Medan yang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Utara.

Hasil hitung cepat 4 lembaga survei Pilkada Medan yang disiarkan langsung di Kompas TV, Rabu (9/12/2020), menyebutkan hingga pukul 16.53 WIB, sebagai berikut;

1. Lembaga Populi Center dengan jumlah suara masuk 100,50 persen; pasangan Akhyar Nasution – Salman Alfarisi mendapat 46,66 persen. Sedang, Bobby Nasution – Aulia Rachman memperoleh  53, 34 persen.

2. Lembaga Poltracking dengan jumlah suara masuk 97,14 persen; pasangan Akhyar Nasution – Salman Alfarisi memperoleh 45,85 persen. Sedang, Bobby Nasution – Aulia Rachman mendapat 54,15 persen.

3. Lembaga Voxpol Center dengan suara masuk 95,71 persen; pasangan Akhyar Nasution -Salman Alfarisi memperoleh 46,66 persen. Sedang, Bobby Nasution – Aulia Rachman mendapat 53,33 persen.

4. Lembaga Charta Politika dengan suara masuk 96,67 persen; pasangan Akhyar Nasution – Salman Alfarisi memperoleh 44, 83 persen. Sedang, Bobby Nasution – Aulia Rachman mendapat 55,17 persen.

Kemenangan Bobby-Salman memastikan kalau masyarakat Kota Medan menaruh harapan besar terhadap menantu Presiden Jokowi untuk mempercepat pembangunan Kota Medan. Pasalnya, warga Kota Medan seperti trauma terhadap tiga figur Wali kota Medan sebelumnya
yang gagal membangun Kota Medan akibat ketiganya terjerat kasus korupsi.

Keunggulan perolehan suara sang suami Kahiyang Ayu itu, sekaligus bakal menggantikan lawannya politiknya, Akhyar Nasution mantan Wakil Wali Kota Medan, yang sejak 2019 menjadi pelaksana tugas wali kota Medan, akibat wali kotanya terjerat kasus korupsi alias berpredikat wali kota koruptor.

Praktis, sukses Bobby Nasution itu melengkapi keberhasilan kakak iparnya, Gibran Rakabuming Raka yang juga terpilih menjadi wali kota Solo pada Pilkada Serentak 2020 hari ini. Sekaligus, kemenangan keduanya menepis pandangan-pandangan minor yang klaim masyarakat tidak suka Presiden Jokowi membangun “dinasti” baru dalam kekuasaan di Indonesia layaknya presiden-presiden sebelumnya.

Pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman didukung koalisi besar yakni PDI-P, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, PPP, PSI, dan Hanura. Sedang lawannya, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi hanya didukung Demokrat dan PKS. @rama