LENSAINDONESIA.COM: Politeknik Pelayaran Negeri Surabaya (PPNS), gelar program penyusunan perangkat asesmen di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), perangkat asesemen pedagogik dan sesuai KKNI waktu lalu.

Program ini diberikan pada calon instruktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari praktisi industri yang berpengalaman kerja di bidang K3.

Sejumlah perusahaan turut hadir dalam uji coba perangkat asesmen ini, diantaranya : PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT. Terminal Teluk Lamong, PT. Terminal Petikemas Surabaya, PT. Barata Indonesia (Persero), PT. Kerta Rajasa Raya, PT. ALP Petro Industry dan PT. Delta Indonesia Persada.

Tahapan pelaksanaan kegiatan RPL oleh PPNS dengan penyelenggaraan FGD bersama beberapa perwakilan SMK di Jawa Timur.

Pada FGD diperoleh informasi jika selama ini materi K3 pada kurikulum SMK hanya disisipkan berbentuk kompetensi dasar saja, bukan mata pelajaran, sehingga pemahaman siswa terhadap K3 sangat minim.

Direktur PPNS, Eko Julianto mengatakan, hasil dari uji coba RPL tersebut diharapkan menjadi masukan untuk memperbaiki perangkat asesmen yang bakal digunakan proses RPL sesungguhnya.

“Instruktur yang berhasil uji coba perangkat proses assessment melalui proses RPL, selanjutnya akan mampu menjadi instruktur di tempat SMK yang mengajukan permintaan”, ungkap Eko dalam keterangan resminya, Kamis (10/12/2020).

Kokoh Indranto dari SMKN Cerme Gresik mengapresiasi kegiatan uji coba asessmen RPL.

“Gelaran ini jadi interaksi yang baik antara SMK, PT VOKASI dan dunia Industri untuk mempersiapkan instruktur di SMK, selain itu juga bisa diwujudkan link and mach antara lembaga pendidikan sebagai lembaga pelatihan dan dunia kerja selaku pengguna atau pemakai” ungkap Kokoh.@Rel-Licom