LENSAINDONESIA.COM: Masyarakat Ponorogo menghendaki perubahan besar pembangunan di Ponorogo hingga mampu mengimbangi nama besar kesenian kebanggaan Nusantara, “Reog Ponorogo”, akhirnya dibuktikan dengan tidak memenangkan pasangan calon bupati (Cabub)
inkamben, Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono di Pilkada serentak hari ini, Rabu (9/12/2020). Paslon ini diklaim kalah telak oleh Paslon Sugiri Sancoko-Lisdyarita.

Hasil hitung cepat (quick count) Pilkada Ponorogo 2020, Tim pasangan calon (Paslon) No Urut 01 Sugiri Sancoko-Lisdyarita mengklaim mendapatkan suara 65,25%. Sementara itu, petahana/ inkamben atau Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 02, Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono hanya mampu mengantongi suara 34,80%.

“Paslon Sugiri Sancoko-Lisdyarita 65,25% mampu mengalahkan petahana Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono 34,80%,” kata Ketua DPC PDI-P Ponorogo, Bambang Juwono, saat menggelar jumpa pers hasil hitung cepat  sebuah lembaga survei, Rabu petang (9/12/2020).

Pimpinan DPC PDI Perjuangan Ponorogo ini bersyukur pemilihan kepala daerah (Pilkada) Ponorogo dapat berjalan baik dan kondusif.

Kemenangan jago PDI-P, Sugiri-Lisdyarita yang diusung bareng PAN, PPP dan Hanura ini sebelumnya sudah diprediksi mampu menggagalkan keinginan Ipong untuk bisa melanjutkan kepemimpinannya sebagai Bupati Ponorogo periode kedua.

Bambang sangat optimistis nantinya selisih angka kemenangan Sugiri-Lisdyarita di hitungan resmi dari KPU tidak jauh berbeda dibanding hasil quick count yang dilakukan tersebut.

“Perhitungan resmi, tentunya menunggu dari KPU. Kami dari partai pengusung, bahwa apa yang kita sampaikan tadi tentunya tidak banyak berubah dengan hasil KPU Ponorogo,” ujarnya.

Bambang menyampaikan terima kasih kepada kepada masyarakat Ponorogo yang memberikan kepercayaan kepada pasangan Sugiri-Lisdyarita untuk memimpin Ponorogo periode 2020-2025. Begitu pula terhadap partai pengusung. Dia juga sangat mengapresiasi kerja keras tim pemenangan Paslon  Sugiri-Lisdyarita.

“Kami berterimakasih kepada partai pengusung, dan juga relawan, simpatisan, serta tentunya
masyarakat Ponorogo yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada Paslon Sugiri Sancoko-Lisdyarita untuk memimpin sebuah perubahan di Ponorogo,” ucapnya.

Sugeng Haryono, Ketua Pemenangan Paslon 01 ini, mempertegas bahwa kemenangan Sugiri Sancoko-Lisdyarita merupakan kemenangan masyarakat Ponorogo yang menginginkan perubahan

Sugiri Sancoko yang didampingi Lisdyarita dalam jumpa pers itu, mengaku kemenangannya di Pilkada ini buah dari doa segenap masyarakat Ponorogo.

“Alhamdulillah, Allah menjawab untuk membawa perubahan bagi masyarakat Ponorogo. Amanah yang sudah dipercayakan kepada kami, tentunya menjadi amanah, kami akan selalu siap untuk membawa perubahan Ponorogo lebih baik lagi,” kata Sugiri.

Kehadiran  Sugiri  yang  justru tak diusung partainya alias ditinggal Partai Demokrat yang pernah mengantarkannya menjadi anggota DPRD Jawa Timur. Walau begitu,  figur politikus aset Jatim ini, bukan asing bagi masyarakat Ponorogo.  Saat Pilkada 2015, ia sempat melawan Ipong Muchlissoni yang berlatar pengusaha tambang.

Saat itu, Sugiri berpasangan dengan Sukirno diusung Partai Demokrat, Golkar, Hanura, PKS. Sedangkan Ipong berpasangan dengan Sujarno diusung Gerindra, PAN, Nasdem. Kontestasi Pilkada 2015 diikuti 4 paslon. Dua lainnya, yaitu H Amin, SH dan Agus Widodo SE, M.Si diusung PKB dan PDIP, berikutnya Prof Dr Misranto, SH. M.Hum -Isnen Supriyono, S.Pd. M.MPd dari jalur
perseorangan.

Bahkan,  akhir kontestasi ketika itu juga sempat memanas lantaran kubu terkuat antara Sugiri dan kubu Ipong sebelum diputuskan KPU Ponorogo, sama-sama klaim menang. Akhirnya, KPU mengacu data C-1 memutuskan Sugiri-Sukirno harus yang mengantongi suara 36 persen, harus mengakui  kemenangan Ipong-Sujarno dengan suara 39 persen.

Lantaran Pilkada 2020 ini hanya diikuti dua paslon dan selisih angka hitungan cepat keduanya sangat jauh, dipastikan politik panas yang pernah terjadi di Pilkada 2015 antara kedua Cabub ini tidak akan terulang. @maruf