LENSAINDONESIA.COM: Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kogabwilhan II di Jl Indrapura 8, Surabaya, berencana melakukan penambahan bed pasien. Hal ini dibutuhkan menyusul membludaknya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sejak November 2020 lalu.

Penanggungjawab RSL Kogabwilhan II, dr Nalendra mengatakan, saat ini RS darurat itu memiliki 357 bed pasien, penambahan ini dimaksudkan untuk dapat menampung pasien positif Covid-19 dari Jawa Timur.

“Dari awalnya berjumlah 357 bed, rencananya akan ditambah menjadi 500 bed pasien,” terangnya, Sabtu (12/12/2020).

Kendati demikian, penambahan bed pasien ini merupakan kabar buruk jika masyarakat tetap saja abai dalam menerapkan prokes (protokol kesehatan). Selain itu, juga menandakan bahwa masih banyak yang menyepelekan 3M (Mencuci tangan dengan sabun, Menggunakan masker dan Menjaga jarak).

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat supaya tetap mematuhi prokes yang telah dibuat, agar dapat segera memutus pandemi Covid-19.

“Patuhi aturan 3M, hindari kerumunan. Kumpul-kumpul di warkop lah, apa lah. Kalau tidak perlu ke luar rumah tidak usah keluar. Libur panjang, dan macam-macam, biarlah teman-teman lihat sendiri efek dari kerumunan itu,” imbuhnya.

Bahkan ia menyebut, saat ini penentuan klaster sebaran Covid-19 sudah sulit untuk diindetifikasi lagi. Pasalnya, virus ini sudah menyebar luas.

Ia berharap pemerintah setempat gencar melakukan tracing individu, karena hal itu menurutnya dapat mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

“Kita sekarang sudah saatnya tidak ngomongin klaster lagi, karena jadi lucu sekali sumbernya (virus) sudah dimana-mana, kita tidak tahu. Kayak klaster keluarga, mantenan, pertemuan, yang mereka juga tidak tahu asalnya dari mana,” pungkasnya. @wendy