LENSAINDONESIA.COM: Sat Sabhara dan Sat Reskrim Polrestabes Surabaya membubarkan operasional Phoenix Club di Jl Kenjeran 143, Surabaya dan membawa 63 orang dari dalam tempat hiburan itu ke Mapolrestabes, Sabtu (19/12/2020) malam.

63 orang terdiri dari pengunjung, karyawan dan Manajemen Phoenix Club itu dilakukan tes rapid antigen di Gedung Bharadaksa hingga Minggu (20/12/2020) pagi.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo kepada Lensa Indonesia mengatakan, tempat hiburan yang pernah disegel Satpol PP Surabaya ini diketahui beroperasional hingga larut malam di tengah pandemi Covid-19.

“Tempat hiburan itu terindikasi melanggar protokol kesehatan dan jam malam serta aturan Perwali 33 tahun 2020. Petugas Polrestabes Surabaya mendatangi lokasi lalu menghentikan kegiatan di lokasi,” terangnya saat di konfirmasi, Minggu (20/12/2020).

Beruntung hasil tes rapid antigen yang dilakukan bersama Dinas Kesehatan Surabaya, menunjukkan 63 orang non-reaktif.

Cewek pengunjung Phoenix Club dites rapid antigen (*)

Setelah menjalani rapid tes antigen dan pemeriksaan oleh petugas, puluhan pengunjung dipulangkan. Namun karyawan dan manajemen Phoenix Club sempat menjalani pemeriksaan untuk di-BAP. “Setelah dilakukan tes rapid, mereka tak satupun reaktif sehingga dipulangkan. Tapi manajemen kami BAP keterangannya,” pungkas AKBP Hartoyo.

Untuk diketahui, Pasal 20 Perwali 33 tahun 2020 tegas melarang segala jenis tempat hiburan beroperasi selama pandemi Covid-19, hingga batas waktu yang belum ditentukan. @wendy