LENSAINDONESIA.COM: Kongres Amerika Serikat (AS) termasuk Presiden Donald Trump akhirnya menyetujui stimulus atau bantuan COVID-19 untuk rakyat senilai 900 miliar dollar AS atau Rp 12.748 triliun.

Dikutip BBC, dana tersebut akan bagikan kepada rakyat AS tiap individu 600 dolar AS atau setara Rp 8,4 juta (kurs: Rp 14.000) dan tunjangan pengangguran 300 dolar AS per minggu.

Dari tunjangan 900 miliar dollar AS itu, sebesar 300 miliar dolar AS akan digunakan untuk mendukung bisnis, dan uang untuk distribusi vaksin, sekolah, dan penyewa yang menghadapi penggusuran.

Kesepakatan hasil pembahasan selama berbulan-bulan ini diumumkan pada Senin 28 Desember 2020 oleh mayoritas Senat Mitch McConnell. Kemudian nota ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden AS Donald Trump.

“Kami akhirnya dapat melaporkan apa yang bangsa kami perlu dengar untuk waktu yang sangat lama: Lebih banyak bantuan sedang dalam perjalanan,” katanya.

Paket itu, tambahnya, berisi kebijakan yang ditargetkan untuk membantu orang Amerika yang sedang berjuang yang telah menunggu terlalu lama.

Ketua DPR Nancy Pelosi dan pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer mengatakan, paket itu memberikan dana yang sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa dan mata pencaharian rakyat Amerika.

RUU tersebut tidak memasukkan bantuan substansial kepada pemerintah daerah, yang telah menjadi prioritas utama bagi Demokrat. Schumer mengatakan paket itu membantu pemerintah daerah secara tidak langsung dengan menyediakan uang untuk sekolah, pengujian COVID-19 dan biaya lainnya.

Pemberiaan bantuan langsung kepada rakyat oleh pemerintah AS ini bisa dibilang lamban bila di banding dengan Indonesia dalam memberikan bantuan tunai. Sebab Pemerintah Indonesia sudah menalurkan bantuan tunai dan nontunai kepada rakyat sejak awal 2020 lalu.@LI-13

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun