LENSAINDONESIA.COM: Meningkatnya angka pasien positif Covid-19 di Jawa Timur ditambah keterbatasan alat membuat tenaga medis berharap penyintas atau alumnus yang telah sembuh dari Covid-19, bersedia mendonorkan plasma konvalesen sebagai alternatif pengobatan.

Ketua Ikatan Alumni COVID-19 Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II, Drs Edy Sukotjo mengatakan, kini plasma konvalesen mengalami kelangkaan, pasalnya permintaan di seluruh Indonesia hampir 100 pasien per-hari.

Menyikapi hal tersebut, menurutnya edukasi bagi para penyintas saat menjalani perawatan isolasi perihal donor plasma konvalesen itu diperlukan.

“Support bagi para penyintas yang siap untuk donor plasma darah juga dirasakan kurang, sehingga upaya penggalangan bagi para pendonor juga mengalami kendala,” ucapnya, Senin (4/1/2021).

Selain itu, koordinasi dengan pihak lain juga dirasa perlu untuk pengadaan alat bagi pendonor yang mau menyumbang plasma konvalesennya untuk kemanusiaan.

Sementara dr Fitrianawaty perwakilan dari UTD PMI Surabaya mengatakan, ada beberapa kriteria bagi pendonor plasma konvalesen.

Di antaranya, harus berusia 17-60 tahun, donor akan dilakukan 14 hari setelah swab terakhir dinyatakan negatif, berat badan minimal 55 kg, tidak pernah menerima transfusi darah, tidak mempunyai penyakit bawaan, diutamakan laki-laki dan perempuan yang belum punya anak (belum pernah melahirkan).

Nantinya, pendonor akan diambil sampel darahnya untuk dilakukan screening selama sehari, apabila dinyatakan lolos maka keesokan harinya bisa plasma konvalesen yang bersangkutan bisa didonorkan.

“Untuk selanjutnya, donor bisa dilakukan lagi per dua minggu (14 hari) lagi apabila masih terdapat cukup imun anti Covid-19 dalam darah pendonor,” jelasnya.

Ia menuturkan, UTD PMI Surabaya memiliki tiga mesin pengolahan plasma konvalesen dan setiap harinya hanya mampu melayani 30 pendonor plasma konvalesen.

Sedangkan unit yang dapat menerima pendonor plasma konvalesen hanya UTD PMI Surabaya, Malang dan Sidoarjo.

“Hingga saat ini memilik 3 mesin pengolah plasma darah dengan kapasitas per-mesin menangani 10 pendonor tiap hari,” tambahnya.

Layanan donor plasma konvalesen di UTD PMI Surabaya di Jl Embong Ploso 7-15 ini dapat dilakukan setiap hari, mulai pukul 07.00-20.00 WIB.

Sementara untuk layanan donor plasma darah konvalesen di RSUD Dr Soetomo dapat dilaksanakan pada Senin-Jumat mulai 08.00-16.00 dengan kapasitas 3-4 orang per-hari. @wendy