LENSAINDONESIA.COM: Ketua Perhimpunan Obstetri dan Ginekolog Indonesia (POGI) dr Ari Kusuma Januarto, SpOG(K) mengingatkan pada seluruh ibu hamil untuk mentaati protokol kesehatan.

“Mengingat, laporan ibu hamil sampai saat ini separuhnya merupakan Orang Tanpa Gejala, maka sebaiknya menahan diri tidak keluar rumah demi keselamatan diri dan bayi dalam kandungan,” kata dr Ari Kusuma Januarto, SpOG (K) lewat siaran pers Tim Mitigasi PB IDI dikutip LensaIndonesia.com, Selasa (5/1/2020).

Dr Ari Kusuma Januarto, SpOG (K) menegaskan bahwa ibu hamil memiliki imun yang lebih rendah selama masa kehamilan. Sehingga, sangat rawan tertular atau terpapar virus. Karenanya, diharap mengikuti protokol testing sesuai difasilitas kesehatan dan mengikuti anjuran dokter atau bidan yang menangani.

“Meski belum ada penelitian bahwa virus Covid dapat menular pada janin dalam kandungan, namun ketika seorang ibu hamil sudah terkonfirmasi positif, maka bayi yang baru dilahirkan dapat berpotensi tertular juga karena kontak fisik,” ungkap Ketua POGI ini.

Terkait hal tersebut,  Ketua POGI mempertegas, lindungi keselamatan diri, bayi dalam kandungan dan bayi baru lahir.

“Dan, seluruh orang di sekitar Anda dengan tidak keluar rumah serta menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat,” tandas Ari Kusuma Januarto.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Aman Pulungan SpA(K) juga “wanti wanti” serius kepada para orang tua, bahwa Pandemi belum akan selesai dalam waktu dekat.

“Di tengah berbagai harapan dalam terobosan teknologi, kami mengingatkan semua pihak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, memastikan agar semua orang terutama anak tidak tertular penyakit, serta mulai mengajarkan perilaku hidup bersih sehat sejak dini semampu anak,” katanya.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia ini menyaraankan, sedapat mungkin anak anak tetap di rumah saja dulu, karena aktivitas di luar rumah tetap memiliki risiko pajanan infeksi yang jauh lebih tinggi. Skrining dan contact tracing berlaku untuk anak semua umur, sehingga pastikan agar anak dapat diketahui status infeksinya dengan metode pemeriksaan yang benar.

“Mari kita tetap bekerja sama menciptakan lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang anak yang optimal. Dunia yang lebih baik untuk anak Indonesia akan tercipta melalui kerja sama kita semua,” pesan dr Aman Pulungan, SpA(K). @redut