LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, vaksinasi COVID-19 tahap pertama akan diprioritaskan untuk Sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan yang bekerja di bidang pelayanan kesehatan.

Saat ini Jatim telah mendapat jatah sebanyak 77.760 vaksin COVID-19. Distribusi vaksin tahap pertama tersebut telah tiba di Jawa Timur pada Senin 4 Januari kemarin.

“Alhamdulillah vaksin COVID-19 sudah sampai. Untuk distribusinya, prioritas tahap pertama ini adalah untuk SDM kesehatan. Nah tahap pertama ini, vaksin yang kami terima berjumlah 77.760. Artinya distribusi vaksin tahap pertama ini cukup untuk 38.880 orang, karena setiap orang divaksin sebanyak dua kali. Sementara jumlah SDM Kesehatan di Jawa Timur saat ini berjumlah 196.459 orang. Artinya tahap pertama ini baru cukup untuk 19,79 persen SDM Kesehatan di Jatim,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang dirilis Humasprovjatim, Rabu (06/11/2020).

Gubernur perempuan pertama Jatim ini menegaskan bahwa terkait kesiapan pelaksanaan vaksinasi, semua sarana dan prasarana telah disiapkan.

Total, saat ini di Jatim sudah ada sebanyak 2.404 tenaga vaksinator yang siap melakukan imunisasi vaksin COVID-19. Bahkan saat ini, jumlah tenaga vaksinator juga akan ditambah dengan melakukan pelatihan untuk 73 angkatan. Dimana setiap angkatan terdiri dari 100 orang calon vaksinator.

Sedangkan untuk cold chain atau rantai dingin untuk distribusi vaksin ditegaskan Khofifah bahwa cool room, lemari es, vaccine carrier, dan pengukur suhu telah siap se-Jatim dan per kabupaten kota.

“Saya masih minta Kadinkes memastikan bahwa kondisi almari pendingin dan termos pembawa vaksin dalam keadaan baik , jika dalam seminggu ini ada yang rusak maka harus segera diganti agat vaksin aman,” kata Khofifah.@LI-13

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun