LENSAINDONESIA.COM: Hakim tunggal sidang praperadilan pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak seluruh permohonan gugatan yang dilayangkan Muhammad Rizieq Shihab terkait penetapan tersangka dan penahanan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Penolakan tersebut sekaligus membuktikan bahwa penetapan tersangka dan penahanan Rizieq Shihab yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya sudah sah dan sesuai dengan prosedur yang ada.

“Menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya,” tutur Hakim Akhmad Sayuti pada sidang pembacaan putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/01/2021).

Akhmad menilai polisi tidak melakukan pelanggaran dalam melakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap Rizieq dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Penetapan tersangka dan penahan itu sudah sesuai dengan hukum yang berlaku. Selain itu, Hakim menilai praperadilan bukan tempat untuk mengeluarkan surat penghentian perkara. Penyidikan kasus Rizieq diteruskan. Atas dasar itu, hakim memerintahkan polisi untuk melanjutkan penyidikan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan itu.

Hakim juga menolak permohonan untuk membatalkan status tersangka Habib Rizieq Shihab dan menolak permohonan mengeluarkan Rizieq Shihab dari tahanan Polda Metro Jaya. “Menolak permohonan dikeluarkannya tersangka dari tahanan,” kata Akhmad.@LI-13