LENSAINDONESIA.COM: Manajemen Persatuan Sepakbola Hizbul Wathan (PSHW) mendesak PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengambil sikap tegas terkait kompetisi sepak bola di Indonesia yang sampai saat tidak ada kejelasan kapan akan digelar.

Presiden PSHW Dhimam Abror Djuraid, sebelumnya PSSI menyampaikan akan menggelar kompetisi pada Februari 2021 mendatang. Namun jadwal yang ditunggu-tunggu tak kunjung dirilis.

“Sampai sekarang juga tidak ada jaminan kepastian dari PSSI bahwa Polri akan memberikan izin untuk menggelar kompetisi itu,” ungkap Abror di Surabaya Selasa (12/01/2021).

Mantan Ketua Pengda PSSI Jawa Timur menyampaikan, karena jadwal kompetisi yang tidak jelas itu, PSHW pun merasa dirugikan karena sudah terlanjur melakukan kontrak dengan sejumlah pemain yang siap berlaga.

“Kondisi sekarang sangat tidak mengenakkan. Kami merasa sangat dirugikan,” ujarnya.

“Saat ini kondisi keuangan klub anggota Liga 1 dan 2 sangat berat karena tidak ada pemasukan. PSHW sudah memutus kontrak pemain secara resmi pada Desember 2020,” tambah Abror.

Abror meminta, PSSI dan LIB harus benar-benar memperhitungkan kondisi yang tepat dalam menentukan jadwal kompetisi sehingga tidak lagi mengalami penundaan.

Meski begitu, Abror menyampaikan bahwa pihaknya memaklumi adanya penundaan kompetisi. Sebab kondisi di Jawa Timur dan berbagai daerah di Indonesia masih sangat rawan persebaran virus Corona atau COVID-19.

Dia menambahkan jika Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menginstruksikan agar warga persyarikatan menjadi teladan penerapan protokol kesehatan (prokes).

“Kita harus prihatin dan berempati kepada masyarakat dan para tenaga kesehatan (nakes) yang berada di garis depan penanganan COVID-19,” imbuhnya.@fredy

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun