LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota surabaya kembali berhasil mengembalikan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang sebelumnya dikuasai pihak ketiga.

Aset yang berhasil dikembalikan Kejari Kota Surabaya kali ini adalah brandgang berupa saluran di Jalan Basuki Rahmat No. 23-35 yang berada di tangan pihak ketiga sejak tahun 1998 dengan luas sekitar 400 meter persegi, lebar 4,2 meter dan kedalaman 1,3 meter.

Penyerahan aset dilakukan di Kejari Kota Surabaya, Senin (11/01/2020).

Penyerahan yang dilakukan oleh Kajari Surabaya Anton Delianto, kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana ini di saksikan oleh Perwakilan PT. Istana Mobil Surabaya Indah selaku pengelola sebelumnya, Perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional 2 (BPN) Surabaya, Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Surabaya, Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya, serta Kepala Dinas PU dan Bina Marga Surabaya.

Di daerah yang sama juga ada aset milik Pemkot yang saat ini masih dibantu oleh Kejari untuk dikembalikan kepada Pemkot. Aset tersebut berada di belakang McDonald Basuki Rahmad. Dimana saat ini masih dimiliki oleh Perusahaan.

“Yang satu lagi itu di belakang Mc Donald’s, masih dikuasai perusahaan, saat ini masih proses upaya pengembalian dari Kejari. Kita upayakan agar kembali lagi ke Pemkot Surabaya,” ungkap Whisnu usai penyerahan aset.

Pemkot bersama Kejari memang tengah berupaya untuk mengembalikan aset-aset yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya. Terutama aset yang berupa Fasilitas Umum (Fasum) maupun saluran yang berfungsi sebagai sistem drainase. Keduanya dianggap penting untuk segera dikembalikan kepada sang pemilik yang sah. Untuk dapat segera dikelola dengan baik oleh Pemkot Surabaya.

“Kita harapkan dengan proses seperti ini semua aset Pemkot Surabaya bisa kembali lagi agar kita bisa kelola lebih baik lagi. Apalagi aset di tengah kota itu sangat penting, karena itu juga bagian dari sistem drainase kita,” terang Wishnu.

Sementara itu Anton Delianto menyatakan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan Pemkot untuk mengembalika aset-aset milik Pemkot yang masih dikelola oleh Pihak ketiga. Selain dua aset di Basuki Rahmat Anton mengungkapkan bahwa pihaknya juga tengah mengupayakan untuk mengembalikan aset berupa brandgang di kawasan Taman Apsari Surabaya.

“Di Taman Apsari masih proses pengembalian, berupa brandgang saluran dan masih dikuasai perusahaan lain,” ungkap Anton.@budi