LENSAINDONESIA.COM: Syekh Ali Jaber tutup usia. Ulama besar di Indonesia itu menghembuskan navas terakhirnya pada usia 44 tahun di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada pukul 08.30 WIB. Juri Hafiz Quran RCTI itu dikabarkan meninggal akibat virus COVID-19.

Kabar mengenai wafatnya Syekh Ali Jaber langsung tersebar keseluruh Indonesia. Ucapan belasungkawa dari berbagai lapisan masyarakat pun membanjiri seluruh media sosial.

Sebelum meninggal, pendakwah kondang tersebut sempat berwasiat bahwa dirinya ingin dimakamkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini karena ia merasa sangat nyaman berada di Lombok.

“Ketika saya di Lombok ini, saya jauh lebih merasa nyaman. Karena ada ceritanya. Pertama saya berjuang di Indonesia memang di Lombok, anak saya lahir di Lombok. Kakek saya meninggal mati syahid melawan penjajah Jepang di Lombok. Bahkan ayah dari ibu saya sendiri termasuk dia juga kelahiran Indonesia di Bumiayu dan adiknya juga kelahiran Lombok,” ujar Ali Jaber di channel sasak update, Senin 4 Januari 2021 lalu.

Syekh Ali Jaber sebenarnya juga berkeinginan dimakamkan di Madinah, Arab Saudi. Namun, berhubung dia berada di Indonesia, dia pun berwasiat untuk dimakamkan di Pulau Seribu Masjid tersebut jika dia wafat.

“Ya Allah walaupun saya memilih, memohon meninggal di Madinah. Kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon saya mau dimakamkan di Lombok,” ucapnya.

Dalam pernyataannya, Ali Jaber juga mempunyai keinginan yang mulia, yaitu membina anak-anak di Lombok menjadi penghafal Alquran.

“Lombok termasuk pulau kesayangan saya, makanya saya tadi sampaikan ke Pak Kanwil, Insya Allah rencana kami bersama Kapolda, untuk kita ke depan memimpin, membina anak-anak Lombok menjadi calon hafiz dan hafizah untuk acara Hafiz Indonesia di RCTI,” pungkasnya.@LI-13