LENSAINDONESIA.COM: Tim Pemburu Protokol Kesehatan Satgas COVID-19 Jawa Timur menyegel Cafe Holywings Gold di Jl Basuki Rahmat, Surabaya, Kamis malam (14/01/2021).

Cafe Holywings disegel karena tetap beroperasi meski telah diberi imbauan untuk tutup di masa meningkatnya persebaran COVID-19 dan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Selama ini, Cafe Holywings dikenal sebagai salah satu tempat hiburan malam yang ‘bandel’, kerap dirazia petugas karena pelanggan protokol kesehatan.

Kedatangan Tim Gugus tugas Protokol kesehatan Jatim terdiri dari Polda, Satpol PP Pemprov dan TNI, perwakilan Ormas serta pengelola panik. Namun pengunjung terlihat santai sambil menikmati minuman keras (miras).

Razia ini juga dihadiri empat anggota DPRD Jatim. Mereka diantaranya Ketua Komisi A Istu Hari Subagio (Fraksi Golkar), Bayu Airlangga (Demokrat),
Hadi Dediansyah (Gerindra) dan M. I Andy Firasadi (PDI Perjuangan).

Mereka mengakui bahwa Holywing Gold sangat bandel, meski sudah beberapa kali dirazia oleh petugas dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19.

“Kita sangat mengapresiasi kegiatan ini, dimana petugas dari Kepolisian, Satpol PP Jatim, TNI dan gabungan Ormas serta Relawan ini dalam upaya untuk memisahkan pertumbuhan COVID-19 yang saat ini masih belum selesai,” terang Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jatim Istu Hari Subagio.

Istu menegaskan, pihaknya mendukung penuh langkah petugas Pemburu Protokol Kesehatan Jatim, yang menindak tegas Cafe Holywings Gold dengan menyegel tempat duduk agar tidak digunakan.

“Kami sagat mendukung langkah tegas ini, dengan melakukan penyegelan (Pol PP Line) agar tidak ditempati lagi,” tambahnya.

Sementara Bayu Airlangga anggota DPRD Jatim dari Fraksi Demokrat mengaku tak habis pikir dengan bandelnya Cafe Holywings meski sudah beberapa kali dilakukan tindakan.

“Holywings ini sangat bandel ya! Kita tahu mereka ini sering ditindak, namun tetap aja beroperasi, dimana pemerintaah sedang fokus untuk memutus rantai penyebaran COVID-19,” ungkapnya.

Sementara Kasatpol PP Jatim, Budi Santosa menyatakan bahwa Holywings Gold yang sudah beberapa kali ditindak, tetap tidak mematuhi protokol kesehatan, dimana pengunjung masih duduk dengan bergerombol tanpa ada pembatasan.

“Kami semua lihat sendiri, dimana pengunjung ini tidak mematuhi protokol kesehatan dengan duduk secara berdempetan, ini sangat riskan akan penyebaran Virus yang saat ini di Jatim masih tinggi,” terangnya.

Budi juga menegaskan akan menindak pengelola secara pidana, bila nekat membuka segel yang sudah dipasang.

“Kami akan lakukan pengawasan setiap saat, dan yang disegel juga telah dicatat. Bila sampai dibuka, kami akan tindak secara pidana, sebagaimana telah dilakukan komunikasi dengan (Dirsabhara) Polda Jatim, dan beliaunya mendukung penuh,” pungkasnya.

Dalam razia tersebut, Tim pemburu Protokol kesehatan COVID-19 Jatim, menyegel seluruh tempat duduk yang terdapat di hall juga lantai II, serta perlengkapan alat musik.@rofik

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun