LENSAINDONESIA.COM: Banjir, telah menenggenangi rumah-rumah warga di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang selama beberapa Tak lain penyebabnya karena intensitas curah hujan cukup tinggi dan tumpukan sampah yang menghambat aliran air di sungai Avur Watudakon ke Dam Sipon.

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab memastikan bahwa Pemkab Jombang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta TNI/Polri dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) akan selalu siaga membantu warga.

Dalam kunjungan dua hari yang lalu, Rabu (13/01), Bupati Jombang didampingi Kapolres, BPBD, dan OPD terkait menyalurkan bantuan logistik kepada para korban yang terdampak banjir. Kepada warga yang terdampak, Bupati berharap untuk bersabar menghadapi musibah.

Saat ini para petugas sedang melakukan beberapa langkah penanganan untuk menanggulangi banjir di desa Beluk Kecamatan Kesamben terus dilakukan.

“Untuk yang bertugas di lapangan tetaplah berhati hati, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT,” tutur Bupati Jombang, Jumat (15/01/2021).

Berikut update progress penanganan/pengangkatan sampah di screen siphon Watudakon yang telah dilakukan pada Kamis, 14 Januari 2021:

Pertama, Pengisian pasir kedalam geobag.

Kedua, Modifikasi besi screen sebagai penahan kisdam.

Ketiga, Pemasangan geobag sebagai kisdam di salah satu pintu air (bertahap).

Keempat, Pembersihan sampah didasar screen dan pengambilan screen bagian dasar.

Kelima, Satu pintu air di screen sudah bebas sampah (blong).

Keenam, Malam ini sedang dilakukan kontrol elevasi muka air.

Ketuju, Rencananya pagi ini (Jumat, 15 Januari 2021) akan melakukan hal yang sama untuk pintu air berikutnya sampai muka air di screen elevasinya sama.

“Tetap fokus dan profesional dalam bekerja, semoga semuanya cepat membaik, banjir segera surut. Terimakasih untuk teman teman di lapangan,” tutur Bupati Jombang.@Obi