LENSAINDONESIA.COM: Pencanangan vaksinasi COVID-19 di Surabaya berjalan dengan lancar.

Acara yang diselenggarakan di Halaman Balai Kota Surabaya ini diikuti oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Surabaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, dan sang Istri, Dini Syafariah Endah menjadi yang pertama untuk divaksin.

Vaksinasi perdana di Kota Surabaya ini diikuti oleh 15 orang yang akan divaksinasi. Selain Whisnu berserta istri, ada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Adi Sutarwijono, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kajari Tanjung Perak, Kajari Surabaya, dan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Kepala Bidang Keperawatan RSUD dr Soewandhie, Tim Penggerak PKK Tegalsari, Kepala Cabang Surabaya BPJS Kesehatan, Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, dan Ketua Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Kota Surabaya.

“Untuk hari ini sudah kita daftarkan sebanyak 15 orang dari Forkompimda dan tokoh-tokoh masyarakat,” jelas Whisnu disela Acara Pencanangan Vaksinasi COVID-19 di Surabaya, Jumat pagi (15/01/2021).

Pencanangan vaksinasi yang juga ditayangkan secara langsung via youtube channel Pemkot Surabaya ini bertujuan agar semua warga yang telah didaftarkan dapat lolos dan difaksinasi. Diharapkan pula agar warga tidak takut dan ragu untuk divaksin karena menurutnya vaksin yang diterimanya tersebut aman dan halal. “Sehingga (dengan acara ini,red) warga tidak takut untuk divaksinasi. Karena vaksin yang akan disuntikkan itu aman dan halal dan telah melalui berbagai pengujian,” harapnya.

Whisnu mengatakan, dirinya tidak merasa gugup ataupun takut saat akan divaksin. Bahkan suntikan vaksin COVID-19 yang dilakukan oleh dokter vaksinator tidak sakit sama sekali. Apalagi menurutnya jarum yang digunakan untuk vaksinasi dinilai kecil. Sehingga bukan suatu masalah baginya.

“Gak lah (nggak takutlah), Jarumnya tadi kecil. Masak badan kayak gini (besar) grogi sama jarum kecil,” candanya.

Whisnu merasa bersyukur karena proses vaksinasi perdana ini berjalan dengan lancar. Dirinya memastikan Semua Forkompimda dan para tokoh yang telah didaftarkan semuanya divaksin dan semuanya aman. Bahkan seusai 30 menit observasi keadaannya tetap aman dan tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Bahkan, hasil observasi dalam 30 menit setelah divaksin juga aman. Makanya kita sampaikan kepada warga Kota Surabaya bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, tidak perlu khawatir dan takut apabila dapat bagian vaksin. Ini adalah upaya dan semangat kita bersama untuk terus memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” tegasnya.

Usai pelaksanaan Pencanangan Vaksinasi di Surabaya yang dilakukan kapada Forkompimda dan tokoh masyarakat ini. Selanjutnya akan dilakukan vaksinasi kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) maupun non Nakes yang bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) mulai tanggal 16 Januari.

“Nanti baru tanggal 16-17 Januari 2021, baru kita arahkan. Memang dari pusat diarahkan pada gelombang pertama ada tokoh-tokoh yang divaksin lebih dulu,” ungkap Whisnu.@budi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun