LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Surabaya telah menerapkan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mencegah persebaran virus Corona atau COVID-19 sejak Senin 11 Januari 2021 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menilai pelaksanaan PPKM berjalan dengan baik yang ditandai dengan minimnya pelanggaran yang terjadi selama penerapan PPKM.

Menurutnya, masyarakat Surabaya sudah sangat tertib dalam menjalankan Peraturan Wali Kota (Perwali) 2 Tahun 2021. Baik itu Mal, Restoran, maupun warung makan semua sudah tertib dan patuh pada Perwali yang saat ini berlaku. Hanya saja menurutnya dirinya akan tetap melakukan pemantauan dan penindakan apabila ada restoran, Rumah makan, atau pun warung yang masih belum menyediakan bangku hanya untuk 25% kapasitas tempat tersebut.

“Sampai saat ini (PPKM) berjalan dengan baik. Tidak ada pelanggaran yang signifikan. Tinggal kita tertibkan lagi masalah penyediaan bangku yang sesuai 25%,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan pada saat awal melakukan pemberitahuan terkait PPKM warga khususnya pemilik usaha Restoran, Rumah Makan, dan Warung terlihat kaget dengan adanya aturan kapasitas 25% tersebut. Namun menurutnya dalam dua hari terakhir ini sudah mulai tertib dan mematuhi aturan main PPKM. Apalagi setelah dilakukan sosialisasi terkait aturan tersebut.

“Alhamdulillah dua hari terakhir ini sudah mulai tertib. Meskipun diawal-awal terlihat shock ternyata harus menghilangkan bangku dan semacamnya. Namun setelah diberikan pengertian akhirnya mereka mulai tertib,” urainya.

Dirinya menekankan bahwa yang harus tutup pada jam 20.00 adalah Mal dan Pusat Perbelanjaan. Sementara untuk restoran, warung, dan Rumah Makan masih tetap dapat beroperasi dengan mematuhi aturan yang berlaku. “Yang perlu saya tekankan di sini yang tutup jam 8 itu hanya mal dan restoran. Untuk Rumah Makan, warung, restoran masih dapat beroperasi namun tetap harus mengikuti aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dirinya bersyukur seusai diberikan sosialisasi terkait aturan main PPKM, hanya sedikit warga yang melanggar. Dirinya mengungkapkan telah meminta untuk semua lurah dan camat untuk terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap warga yang melanggar. “Alhamdullih sedikit dalam operasi ini tidak banyak yang melanggar,” ungkapnya.@LI-13

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun