LENSAINDONESIA.COM: Virus Corona (COVID-19) menggila di Brasil. Kementerian Kesehatan Brasil mengumumkan, terjadi 69.198 kasus baru infeksi Corona dalam sehari.

Bahkan pada Jumat 15 Januari 2021 kemarin, tercatat sekitar 1.151 kematian akibat COVID-19

Yang lebih memprihatinkan, angka kematian lebih dari 1000 orang per hari tersebut terjadi selama 4 hari berturut-turut.

Dilansir dari Channel News Asia, Sabtu, 16 Januari 2021, negara Amerika Selatan itu kini telah mencatat 8.390.341 kasus sejak awal pandemi. Angka kematian di sana mencapai total 208.133 kasus.

Dengan angka tersebut, Brasil menjadi negara ketiga yang memiliki kasus COVID-19 terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat dan India.

Salah satu penyumbang kasus kematian terbanyak di Brasil berasal dari Kota Manaus. Sebelumnya, di kota ini dilaporkan krisis oksigen untuk perawatan pasien COVID-19.

“Banyak orang bisa meninggal karena kekurangan pasokan oksigen dan bantuan,” kata dokter di salah satu rumah sakit di Manaus.

“Beberapa rumah sakit di Manaus telah kehabisan oksigen, beberapa pusat (kesehatan) menjadi semacam ruang mati lemas untuk pasien,” imbuh Jessem Orellana dari lembaga investigasi ilmiah Fiocruz-Amazonia.

Surat kabar harian Folha de Sao Paulo menggambarkan para staf rumah sakit putus asa harus mencoba menjaga pasien tetap hidup dengan ventilasi manual.

“Kami dalam keadaan yang buruk. Oksigen telah habis di seluruh unit hari ini,” kata salah seorang pekerja medis di sosial medianya.

“Tidak ada oksigen dan banyak orang sekarat. Jika ada yang punya oksigen, tolong dibawa ke klinik. Banyak sekali orang sekarang di sini,” sambung pekerja medis itu.@LI-13/mc

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun