LENSAINDONESIA.COM: Proses vaksinasi tahap pertama yang akan dilakukan kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Non Nakes yang bertugas di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) akan dimulai hari ini.

109 Fasyankes telah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya guna melakukan vaksinasi. Diantaranta adalah 63 Puskesmas dan 46 Rumah Sakit yang semuanya telah melakukan persiapan.

Kepala Puskesmas Ketabang Surabaya, Joyce Hestia Nugrahanti, mengaku telah mempersiapkan semua yang dibutuhkan dalam proses vaksinasi esok hari. Mulai dari pendataan para Nakes hingga persiapan peralatan semua telah disiapkan.

Joyce menyebut bahwa akan ada 39 Nakes yang akan menjalankan vaksinasi di hari pertama dan semuanya telah melakukan registrasi ulang serta verifikasi.

“Untuk jumlahnya ada 39 orang. Mereka semua telah melakukan pendaftaran (ulang) dan sudah pula melakukan verifikasi,” ujar Hesti di Saat ditemui di Puskesmas Ketabang, Jumat (15/01/2020).

Guna menghindari terganggunya pelayanan yang dilakukan oleh Puskesmas, vaksinasi tidak akan dilakukan secara serentak. Sehingga pelayanan Puskesmas berjalan seperti biasanya. Apalagi Puskesmas juga memiliki tugas untuk melakukan tracing dan testing yang dilakukan kepada orang yang kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi COVID-19.

Pelayanan Puskesmas berlangsung hari Senin-Kamis jam 09.00-11.00. Sementara untuk Jumat dan Sabtu buka jam 08.00-10.00.

“Kegiatan pelayanan tetap berjalan. Entah itu tracing maupun swab. Karena jadwalnya di Puskesmas Ketabang ini, Senin – Kamis pukul 09.00 – 11. 00 WIB. Untuk Jum’at – Sabtu pukul 08.00 – 10.00 WIB,” papar Hesti.

Hesti menjelaskan bahwa tidak semua Nakes yang menerima SMS Blast dari Pemerintah Pusat akan langsung divaksin. Hal itu akan bergantung pada hasil screening dan pemeriksaan yang dilakukan dalam tahapan vaksinasi tersebut. Jika penerima vaksin lolos maka penerima vaksin akan dilakukan vaksinasi pada penerima vaksin. Bila tidak vaksinasi akan ditunda dan dijadwalkan ulang atau bahkan dibatalkan.

“Jika tahapan screening lolos, sasaran kemudian menuju ke meja ketiga untuk proses penyuntikan vaksin,” jelasnya.
Sama seperti yang telah dijalankan dalam Pencanangan Vaksin, usai dilakukan vaksinasi para penerima vaksin akan didata dalam aplikasi.

Sebelum pulang ke Rumah kondisi penerima vaksin akan dipantau selama 30 menit. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi bila terjadi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Bila penerima vaksin tidak memiliki keluhan usai dilakukan observasi, maka penerima vaksin akan diperbolehkan pulang.

“Dalam hitungan 30 menit petugas akan memantau apakah penerima vaksin merasakan efek samping atau tidak. Jika sudah tidak ada keluhan atau kendala maka penerima vaksin dapat dipersilahkan pulang dan menerima lembar bukti bahwa sudah melakukan vaksinasi COVID-19,” terangnya.@budi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun