LENSAINDONESIA.COM: Silaturahim Bupati Hj Mundjidah Wahab dengan insan media (pers) yang aktif diberbagai media, baik cetak, televisi dan media online digelar di ruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang, Sabtu (16/01) kemarin.

Mereka berdiskusi tentang bagaimana menyelaraskan pandangan tentang strategi penanggulangan bencana di Kabupaten Jombang. Di kesempatan itu, Bupati dan beberapa OPD terkait menyampaikan strategi penanggulangan bencana banjir.

Disampaikan oleh Sekda Jazuli kepada para insan pers yang hadir forum silaturahim tersebut. “Melalui forum ini, ada beberapa langkah dan upaya dalam penanganan banjir di Desa Jombok, juga perkembangannya,” ujar Jazuli mengawali paparan tersebut, diunggah Minggu (17/1/2021).

Meskipun banjir sudah mulai surut, lanjut Jazuli, akan tetapi ini merupakan pengalaman penting bagi kita bersama agar kedepan penanganan terkait bencana jauh lebih baik dengan keterlibatan para insan pers guna memberikan perspektif positif dalam penanganan bencana, semoga pertemuan ini membawa manfaat dan keberkahan.

Dalam forum itu, turut hadir mendampingi, Bupati Jombang Asisten 3 Hari Oetomo, Kepala BPBD, Kepala Dinas Kominfo Budi Winarno, Kepala PUPR Miftahul Ulum, Bappeda, Kabag Prokopim (Protokol dan Komunikasi Pimpinan) Agus Djauhari, serta OPD terkait.

Bupati Jombang, Mundjidah Wahab mengatakan bahwa forum ini bertujuan untuk membangun perspektif yang sama dalam memahami persoalan bencana dalam hal ini terutama banjir yang terjadi diawal tahun ini didesa Jombok Kecamatan Kesamben.

“Sebagaimana kita ketahui bersama dilapangan, kondisi sungai sungai yang ada di Jombang ini apabila terjadi banjir penanganan tidak hanya bisa dilakukan satu pihak. Namun langkah penanganannya harus kita lakukan bersama sama seiring sejalan antara pemerintah dengan semua pihak,” jelas Bupati Mundjidah.

Ditambahkan, Mundjidah bahwa semua pihak itu Pemerintah Daerah, Provinsi, dan Pusat. Karena wilayah sungai sungai di Jombang ini mayoritas menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Tindakan kita harus tetap konsultasi, koordinasi dengan mereka, dan yang terpenting adalah partisipasi masyarakat.

“Hal ini karena penyebab banjir ini adalah curah hujan yang tinggi, adanya sedimentasi sungai, serta sampah,” ujarnya.

“Banyak sampah rumah tangga dan ranting ranting pohon di aliran sungai ketika kita Bersama Santri Jogokali bersihbersih diarea sungai Gude, oleh karenanya pengurangan sampah ini perlu partisipasi masyarakat dan kita akan berupaya bekerja keras untuk melakukan strategi yang tepat,” jelasnya.

“Kami berharap kerjasama semua pihak untuk membangun Jombang yang lebih baik. Kita sudah punya santri Jogo Kali yang telah diapresiasi oleh pemerintah Jawa Timur, ini yang akan kita teruskan untuk menjaga kali kali yang lain,” sambung Mundjidah.

Sementara, pemaparan terkait hal hal teknis disampaikan langsung oleh Kepala Dinas PUPR Miftahul Ulum. Pertemuan ini gayung bersambut, apa yang disampaikan Bupati Mundjidah Wahab langsung mendapat respon positif dari para wartawan yang hadir.

Para Insan Pers ini juga memberikan masukkan, sumbang pemikiran atas evaluasi yang terjadi dilapangan sehingga langkah kedepan dalam menghadapi bencana akan jauh lebih baik. Salah satunya perlu adanya mitigasi bencana seperti unit wartawan siaga bencana guna membangun optimisme masyarakat saat terjadi bencana.

Dituturkan Wartawan Media Online Berita Jatim Yusuf Wibisono, bahwa kolaborasi pemerintah dengan insan pers harus terus terjalin. “Dulu kita juga punya program yang namanya wartawan siaga bencana, tapi masih pasif, dan kita ingin ini hidup kembali,” tandasnya.

Kenapa demikian, wartawan penghobi naik gunung ini menilai jika wartawan juga harus dibekali ilmu tentang siaga kebencanaan. Dalam hal peliputan misalnya, juga tentang bagaimana menjadikan berita itu bernilai tentang membangun optimisme.

“Selain itu, mungkin para awak media juga bisa dilibatkan dalam hal mitigasinya,” pungkasnya.@Obi