LENSAINDONESIA.COM: Meski sering ditindak petugas karena pelanggaran protokol kesehatan, tidak membuat Gozadera Bar de Tapaz Surabaya, kapok dan tetap beroperasi dimasa pandemi COVID. Bahkan, pihak managemen bersikukuh memiliki ijin lengkap.

Hal itu terjadi saat hiburan malam di Jl Sriwijaya No 22, Tegalsari itu dirazia Tim Pemburu Protokol Kesehatan Jawa Timur pada Minggu malam (17/01/2021).

Saat Tim Pemburu Protokol Kesehatan Pemprov Jatim, gabungan dari Polda Jatim, Satpol PP, TNI, Ormas dan Relawan COVID-19 tiba dilokasi, Zaki selaku penanggung jawab Gozadera Bar de Tapaz langsung mencari Kasat Pol PP Jatim, Budi Santosa. Ia tidak terima tempatnya dirazia petugas.

“Pak Budi mana, mana Pak Budi,” katanya di area parkir sambil mencari orang yang dia maksud.

Pria ber-totto tersebut melakukan protes adanya razia karena merasa pihaknya memiliki ijin lengkap untuk beroperasi. “Kami ini punya ijin lengkap, Resto buka sampai jam 22.00 WIB, dan saya punya ijin Resto bahkan sampai Bintang Tiga,” ujarnya.

Meski dijelaskan, bahwa dalam Perwali Surabaya Nomor 67 tahun 2020 yang melarang tempat Rekreasi hiburan umum (RHU) dilarang buka, Zaki masih bersikukuh memiliki ijin Resto yang diperbolehkan dapat beroperasi hingga pukul 22.00 WIB.

“Kalau RHU dilarang buka, tapi kami punya ijin Resto. Semua sudah kami lengkapi ijinnya, bahkan sampai Bintang Tiga. Kalau memang tidak boleh buka, percuma kami buat ijin mahal,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi Jatim Budi Santosa menegaskan, meski Gozadera Bar de Tapaz memiliki ijin Resto, namun dalam prakteknya menjual minuman keras (Miras) dengan alkohol kadar tinggi.

“Ditempat Sampean (anda) ini tempat minum (miras) bukan, ini wilayah hukumnya Surabaya, jadi menggunakan Perwali Surabaya. Dan dalam aturannya (Perwali) RHU dilarang buka,” tandas Budi pada Zaki.

Aneka minuman keras berkadar alkohol tinggi di Gozadera Bar de Tapaz di Jl Sriwijaya No 22, Surabaya. FOTO: rofik-LICOM

Budi juga mengungkapkan, bahwa dalam memutur rantai penyebaran pandemi COVID-19, pihaknya tidak melakukan tebang pilih dan sudah banyak tempat RHU yang ditindak.

“Kami tindak tampa tebang pilih, kemarin di Holywings juga kami lakukan tindakan yang sama. Jadi tempat yang menyediakan Miras (Beralkohol tinggi) dilarang buka,” tegasnya.

Budi juga mengungkapkan, bahwa pihaknya, Senin (18/01/2021) akan melakukan hearing dengan Komisi A DPRD Tingkat I Jatim. “Nanti keluhan sampean (anda) akan kami bicarakan dalam hearing, untuk keputusannya nanti kami sampaikan,” pungkas Budi

Dalam razia tersebut, petugas menyita Identitas pengunjung dan karyawan untuk 14 hari kedepan dan meenjalani sidang Tipiring.@rofik

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun