LENSAINDONESIA.COM: PUSPENERBAL (Pusat Penerbangan TNI Angakatan Laut) bersinergi dengan Anak Kandang Farm dengan menggelar sof launching Program Ketahanan Pangan yang dibuka langsung DANPUSPENERBAL, Laksamana Muda TNI, Edwin, S.H.,M.Han, Minggu (18/01/2021).

Langkah tersebut merupakan bentuk solusi untuk penanganan ketahanan pangan sebagaimana yang dicanangkan oleh pemerintah sekaligus menjadikan solusi di masa pandemi Covid-19.

Laksamana Muda TNI, Edwin mengatakan, program ketahanan pangan Puspenerbal yang diimplementasikan debgan peternakan kambing ini diklasifikasikan dengan dua program, yakni “Titip kurban dan “Titip angon. Kedua program tersebut dijalankan menggunakan aplikasi berbasis Android agar hewan ternak bisa dimonitor kondisinya setiap saat dengan aplikasi tersebut melalui barcode yang melekat pada kandang atau dikalungkan pada leher kambing tersebut.

“Ini merupakan bentuk upaya dari prajurit untuk prajurit yang kemudian nantinya juga terbukanuntuk masyarakat umum. Kami berharap dari hasil ini, kita bisa berkontribusi pada aspek ketahanan pangan baik di Jawa Timur hingga nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan aset yang dimiliki Lanudal Juanda saat ini sudah dijadikan sebagai bumi perkemahan sakabahari Jatim. Dan sebagian lagi, untuk edukasi wisata ternak kambing dan sapi .

“Alhamdulillah dengan program ini, semoga kita bisa mengaplikasikan semuanya. Dari prajurit untuk masyarakat Jawa Timur terlebih Indonesia pada umumnya, melalui program ini yang kini sudah tersedia 400 ekor kambing bisa akan menjadi peternakan terbesar di Indonesia dengan potensi yang kita miliki,” tuturnya.

Sementara itu, Owner Anak Kandang Farm, Tony Susanto menyampaikan, Anak Kandang Farm sangat membuka pekuang untuk masyarakat umum sebagai pemodal dan investor. Melalui konsep ini siapa pun bisa jadi peternak, tanpa punya ilmu,waktu dan lahan berikut memiliki kambing.

“Yah metodenya sambil berjalan diajarkan cara menjadi peternak. Sambil menunggu kesiapan, tinggal titip dulu ternaknya dan kita yang akan merawatnya,” tandas Tony.

Menurut Tony, sistem pemeliharaan Anak Kandang Farm dikelola secara profesional dengan melibatkan dokter, insinyur ahli peternakan hingga penjagaannya. Sebab konsep Anak Kandang Farm memang dibesut sebagai peternakan modern yang terintegrasi dengan aplikasi yang ada digawai para mitra.

“Bagi masyarakat yang ingin menjadi peternak, cukup sediakan dana Rp 12,5 juta untuk jangka waktu enam tahun. Di akhir tahun ke enam estimasinya yang dimiliki peternak yakni 50 ekor kambing dan nilai yang didapatkan sekitar Rp 150 juta dengan estimasi dari 50 kambing yang dihasilkan per kambing harganya Rp 3 juta,” terang Tony.

Kapasitas Anak Kandang Farm yang berada di komplek Lanudal Juanda di kawasan Pulungan – Sidoarjo mampu menampung seribu ekor kambing. Saat ini masih diisi 400 ekor ekor kambing yang seluruhnya dari prajurit dan bibit kambingnya didstangkan dari Tuban dan Blitar.@Eld-Licom
.