LENSAINDONESIA.COM: Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Timur, 13 Polres dan Polresta jajaran Polda Jatim telah menindak berbagai tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko memaparkan kegiatan selama awal PPKM di seluruh Jatim hingga 19 Januari 2021 kemarinm

Razia Protokol Kesehatan (Prokes) dengan sasaran terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan sudah dilakukan swbangak 4.430 kali, mall dan tempat pembelanjaan 26.364 dan pasar tradisional sebanyak 12.156.

Restoran atau tempat makan sebanyak 59.872, sedangkan tempat wisata sudah dilakukan razia 4.607 kali serta tempat ibadah 28.793 kali

Sedikitnya 1.216.236 orang terjaring operasi PPKM, kemudian KTP dan Paspor dilakukan penyitaan sebanyak 36,140.

“Ada tiga jenis sanksi. Lisan ada 772.844 teguran, tertulis ada 185.642 dan denda administrasi 4.675. Nilai denda sampai dengan tanggal 19 kemarin berjumlah Rp 299.683.000,” papar Kombes Gatot, Kamis (21/1/2021).

Masa aktif PPKM di Jatim akan habis pada 25 Januari 2020 mendatang. Terkait perpanjangan masa PPKM di Jatim, jajaran Polda masih menunggu hasil analisa dan evaluasi.

“Kami menunggu hasil anev (analisa dan evaluasi) rutin yang dilaksanakan pemerintah Jatim. Nanti apakah akan diperpanjang atau makin diperketat wilayahnya, akan kami informasikan lebih lanjut,” jelasnya.

Terkait sebanyak 1.216.236 orang telah terjaring operasi PPKM, angka tersebut sangat tinggi dan bisa disimpulkan banyak masyarakat yang abai dalam menerapkan aturan protokol kesehatan.

Kombes Gatot berpesan kepada masyarakat agar tetap patuh kepada aturan dan menerapkan 5M (menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Diharapkan kepada masyarakat Jatim tetap mematuhi protokol kesehatan. Ikuti aturan PPKM yang sudah diatur pemerintah dan tetap mematuhi 5M,” pungkasnya. @wendy