LENSAINDONESIA.COM: Tri Setyo (44) asal Griya Samudera Asri, Taman, Sidoarjo, ditetapkan menjadi tersangka penyebar berita hoax meninggalnya Dandim 0817, Mayor Sugeng Riyadi setelah suntik vaksin Covid-19 merek Sinovac.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fritrianto, mengatakan berdasarkan keterangan tersangka, Setyo merupakan narapidana kasus pembunuhan yang mendekam di lapas kelas satu Surabaya dengan vonis 15 tahun.

AKBP Arief menyebut tersangka melakukan penyelundupan handphone di dalam lapas. Saat ia menyebarkan berita hoax melalui grup WhatsApp ‘Indahnya Islam’.

“Tersangka berstatus narapidana perkara pembunuhan di lapas kelas 1 Surabaya dengan vonis 15 tahun. Dia menggunakan Hp setelah mendapat kiriman selundupan,” ujarnya, Rabu (20/1/2021).

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti 3 handphone, 3 simcard dan 23 bukti screenshot berita hoax yang telah tersebar di grup.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 45 A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) UU RI No.19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda Rp 1 milyar.

Dalam pemberitaan sebelumnya, beredar pesan berantai di WhatsApp yang menyebutkan meninggalnya Dandim 0817 Gresik, Mayor Sugeng Riyadi meninggal dunia setelah disuntik vaksin Sinovac.

Tapi kabar ini dibantah tegas Kapendam Kodam V Brawijaya, Kolonel Imam Hariadi.”Berita yang beredar di grup Media Sosial (Whatshapp) bahwa Dandim 0817 meninggal itu hoax. Yang meninggal Danramil Kebomas, itu pun meninggal karena sakit lambung dan bukan karena Vaksin Covid-19,” tegasnya, Senin (18/1/2021) lalu. @wendy