LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya melakukan analisis data hasil tracing yang dilaporkan oleh para Camat se-Surabaya. Analisis ini untuk mengetahui asal dan darimana saja penyebaran atau penularan COVID-19 di Kota Surabaya.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan, analisis ini mengambil data tracing mulai dari tanggal 10-17 Januari 2021.

Berdasarkan analisis data hasil tracing pada 10-17 Januari, Persentase karena kontak erat dengan keluarga yang terkonfirmasi COVID-19 mencapai sekitar 28 persen dari 150 orang yang terkonfirmasi. Dari hasil analisis ini juga dapat diketahui faktor penyebab seseorang tertular dan dinyatakan terkonfirmasi virus Corona.

“Berdasarkan analisis tersebut, diketahui ada beberapa faktor yang mengakibatkan seseorang tertular atau dinyatakan terkonfirmasi COVID-19. Yang tertinggi adalah klaster keluarga atau karena kontak erat keluarga. Prosentasenya sekitar 28 persen,” papar Wakil Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Surabaya, Irvan Widyanto, Jumat (22/01/2021).

Oleh karena itulah Irvan meminta agar warga yang terkonfirmasi tanpa gejala agar tidak melakukan isolasi mandiri di rumah, tetapi di tempat yang disediakan oleh Pemerintah. Sebab, bila melakukan isolasi di rumah atau tempat yang tak disediakan pemerintah warga yang terkonfirmasi tersebut masih dapat menularkan kepada keluarga dan orang sekitarnya.

“Jadi, untuk sementara kami minta isolasi mandiri di tempat yang telah disediakan pemerintah, seperti di Hotel Asrama Haji (HAH) dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura,” pintanya.

Irvan memastikan bahwa Hotel Asrama Haji siap menampung para warga yang terkonfirmasi. Karena berdasarkan data per Jumat 22 Januari kamar kosong di Hotel Asrama haji masih banyak. Sedangkan jumlah tamu yang masih melakukan isolasi mandiri di Hotel Asrama Haji sebanyak 308 orang dari 10.966 orang yang melakukan isolasi mandiri di Hotel Asrama Haji.

“Di HAH kami sediakan tiga gedung, dan masih ada ratusan kamar yang kosong di sana. Jadi, ayo isolasi di HAH aja, jangan di rumahnya atau apartemennya, khawatir tetap menularkan kepada keluarga lainnya,” ajak Irvan.@budi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun